Jadi Dirjen Imigrasi, Eks Kapolda Bali Janji Tingkatkan Kemampuan Penyidik

Sulutpos.com, JaKarta – Mantan Kapolda Bali, Ronny F Sompie berjanji akan meningkatkan kemampuan dan kompetensi penyidik yang dimiliki Direktorat Jenderal Imigrasi, Kementerian Hukum dan HAM (Ditjen Imigrasi Kemkumham) yang saat ini dipimpinnya.

Dengan latar belakang jenderal bintang dua di kepolisian, Ronny berjanji akan menyumbang pemikiran dan pengalamannya untuk meningkatkan kompetensi penyidik keimigrasian. “Jadi dengan berlatar belakang dan memiliki kemampuan penyidikan, saya sumbangkan pemikiran-pemikiran dan kompetensi, semangat, kemampuan penyidikan pegawai teknis imigrasi,” kata Ronny di Kantor Ditjen Imigrasi Kemkumham, Jakarta, Selasa (11/8).

Dengan peningkatan kemampuan dan kompetensi penyidik keimigrasian, Ronny menargetkan jumlah kasus keimigrasian yang dapat dilimpahkan ke penuntut umum dan pengadilan dapat mencapai 121 kasus atau satu kasus untuk setiap Kantor Wilayah Imigrasi di seluruh Indonesia sepanjang 2015 ini. Dengan demikian jumlah kasus keimigrasian yang dilimpahkan ke pengadilan meningkat dua kali lipat dibanding tahun 2014 yang mencapai 54 kasus.

“Saya dorong semangat supaya bisa ditingkatkan lagi. Satu saja (untuk setiap Kantor Wilayah Imigrasi) sudah 121 kasus yang bisa diberkas dan diserahkan ke penuntut umum. Beri efek jera pada para pelanggar di bidang imigrasi,” katanya.

Selain melalui peningkatan kemampuan dan kompetensi penyidik, Ronny yang juga mantan Kadiv Humas Mabes Polri menyatakan, pihaknya akan meningkatkan kerja sama dengan berbagai kementerian, lembaga, dan badan negara terkait.

Dengan demikian, Ditjen Imigrasi dapat menjadi unsur terdepan dalam menjaga kedaulatan negara dengan beri pelayanan administrasi keimigrasian.

Dikatakan, pihaknya akan membantu penuh dengan memberi informasi awal setiap orang yang masuk dan keluar Indonesia kepada lembaga, kementerian, dan badan negara terkait untuk mencegah peredaran gelap narkoba, sindikat trafficiking, terorisme, tenaga kerja ilegal, dan kasus-kasus transnasional lainnya.

“Imigrasi bisa beri informasi kepada pihak terkait setelah dapat data awal yang perlu diberi atensi,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bagian Humas Ditjen Imigrasi Heriyanto mengaku tidak mudah bagi pihaknya untuk menambah jumlah penyidik karena tergantung dengan jatah yang diberikan Kementerian PAN dan RB. Untuk itu, pihaknya lebih memilih memaksimalkan setiap penyidik yang ada dan melatih pegawai non-penyidik agar mampu menjadi penyidik keimigrasian.

“Jadi kita maksimalkan pendidikan penyidik untuk PNS non-penyidik yang ada dulu. Selain tingkatkan kemampuan personil, kami juga berupaya meningkatkan kerja sama dengan berbagai pihak terkait dan pendampingan dengan pihak kepolisian,” kata Heri. [SP/F-5/L-8]

(Visited 227 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *