KPU Minahasa Gelar Seminar Hasil Riset Partisipasi Pemilu

Sulutpos.com, Tondano – Komisi Pemilihan Umum (KPU )Kabupaten Minahasa, dalam rangka menilai peran dan keikut sertaan warga yang sudah berhak memberikan hak suaranya,dalam kegiatan kepemiluan,membahas semuanya dalam seminar hasil riset Partisipasi Masyarakat.pemilu legislatif, Presiden dan kepala daerah, di Gedung Pusgiat, Tondano (06/08).

Dengan menghadirkan moderator, Dr Daud Ferry Liando Sip.Msi, juga sebagai peneliti riset LIPI, dan Dr Winsi Kuhu, Pengamat Politik Provinsi Sulawesi Utara, di dampingi Komisioner KPU Kabupaten, Meidy Y Tinangon,Ssi Msi, Deky Paseki SH MH, Lord CH Malonda Spd, Dra Wisye Wilar, Christoforus Ngantung, dan peserta yang ada baik dari Pelaksana tingkat Kecamatan (PPK), juga kalangan masyarakat lainya.

Christoforus Ngantung mengatakan dalam salam pembukanya, mengapresiasi dan memberikan penghargaan atas kerja keras yang di lakukan oleh tim, Fisip unsrat juga pemerhati kepemiluan, yang bisa merumuskan akan riset Partisipasi masyarakat dalam Pemilu.

Adapun DR Daud F Liando dalam pemaparan materinya mengatakan, dalam perumusan Hasil riset Pihaknya di bantu oleh Tim peneliti dari Unsrat Manado, juga bersama-sama dengan Sebagian masyarakat, baik Petani, TNI,PNS,dan Peran peran serta Pemuda yang bersedia meneliti di lapangan.

“Untuk memperoleh informasi dan data sebagai basis analisis pesoalan, mengunakan dua metode yakni, pertama Desk Study, di lakukan untuk mengkaji terhadap berbagai published Material (berita media massa dan literatur)yang terkait dengan proses penyelenggaraan Pemilu, baik secara teori Pustaka, statistik, hasil pengawasan, Dokumen resmi dari lembaga lain, hasil penelitian lembaga lain. Dan ke dua Field Study, di maksudkan untuk mengumpulkan data primer melalui wawancara mendalam (indepth Interview) dengan institusi dan stakeholder yang relevan,” Kata Liando.

lebih lanjut Liando mengatakan  Peran serta warga Negara dalam berpartisipasi menentukan Pelaksanaan dan penyelenggaraan Pemerintah, merupakan dimensi utama dalam Proses Politik, partisipasi merupakan salah satu syarat minimum bagi negara yang menerapkan sistim Politik Demokrasi.

Namun Liando juga mengakui bahwa memang dalam riset sangat di mungkinkan bahwa ada dimensi persoalan yang tak terkam dengan baik.

Adapun sesuai dengan hasil riset tersebut, di katakanya bahwa yang menjadi faktor dalam kepemiluan dan keikut-sertaan warga dalam memberikan hak suaranya yakni, tertarik pada visi misi calon, Faktor uang, Hubungan darah
/ kekerabatan, Kesamaat entnik, Kesamaan keyakinan agama/golongan, Permintaan/ desakan Pemerintah, Permintaan orang tua/kerabat, Persamaan profesi dengan calon, Kesenangan/ simpatik pada calon, dan faktor lain.

Di samping itu pula sang Doktor ini mengatakan juga bahwa peran dari Pelaksana pemilu yang ada, baik di tingkat PPK, PPS, dan KPPS, terkadang belum sepenuhnya menunjukan sikap yang netral, atau tidak independen, di karenakan dalam perekrutan di libatkanya Pemerintah, baik Camat, Hukum Tua yang terang terangan harus loyal dengan Penguasa Daerah setempat.

“Untuk menghasilkan Pemilihan Umum yang benar benar, berkualitas, dan menghasilkan Pemimpin yang cerdas dan bermartabat, maka pentingya peran serta dari Masyarakat,”Pungkasnya.[Ody wazeng]

(Visited 81 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *