Pansel Sudah Pilih 8 Nama Capim KPK

Sulutpos.com, Jakarta –  Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Pansel Capim KPK) sudah memperoleh delapan nama kandidat yang lolos seleksi tahap IV.

Nantinya, delapan nama ini dijadwalkan akan diserahkan Pansel kepada Presiden Joko Widodo pada (2/9) mendatang. Meski demikian, Pansel enggan mengungkap nama-nama tersebut.

“Nama sudah didapat. Tapi ya itu, kita belum bisa beri tahu karena itu kan nanti Presiden dan beliau (Presiden) kan pasti akan meninjau lagi (delapan nama ini),” kata Ketua Pansel Capim KPK, Destry Damayanti saat dihubungi wartawan, Sabtu (29/8).

Destry mengatakan, delapan nama itu diperoleh pada Jumat (28/8) sore dalam diskusi tim Pansel. Dipastikan, diantara delapan nama tersebut tidak ada nama kandidat yang ditetapkan tersangka oleh Bareskrim Polri.

“Iya. Memang di awal dia (kandidat tersangka) tidak masuk dalam delapan nama itu,” tegasnya.

Destry menjelaskan, saat akan memutuskan 19 kandidat yang berhak mengikuti seleksi tahap IV dari 48 kandidat yang mengikuti seleksi tahap III, pihaknya sudah mendapat berbagai catatan dari institusi yang diminta melakukan penelusuran rekam jejak, seperti Polri, Kejaksaan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Badan Intelijen Negara (BIN), Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi.

Setelah diumumkan 19 nama yang lolos, Destry mengatakan, Bareskrim baru menetapkan salah seorang dari kandidat tersebut sebagai tersangka. Lantaran keputusan tidak dapat diubah kembali, Pansel memutuskan tetap memasukan nama tersebut dalam 19 nama yang mengikuti seleksi tahap IV.

Namun, nama tersebut dipastikan tidak termasuk dalam delapan nama yang akan diserahkan kepada Presiden Joko Widodo. Selain berdasar catatan dari Bareskrim dan institusi lain yang melakukan penelusuran rekam jejak, nama tersebut dicoret setelah Pansel mengklarifikasi secara langsung kepada kandidat yang bersangkutan saat tes wawancara.

“Di awal kami sudah memperhatikan catatan-catatan yang diberikan oleh beberapa tracker termasuk kami klarifikasi dalam wawancara. Bisa dipertanggungjawabkan atau tidak. Jadi kami sendiri sudah aware. Ini ada
catatan dari Bareskrim, Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi, KPK. Ini sudah kami tanda-tandai sebenarnya,” ungkap Destry.

Destry mengakui, selain kandidat yang telah ditetapkan sebagai tersangka, terdapat kandidat lain yang mendapat catatan khusus dari Bareskrim Polri dan institusi lain yang melakukan penelusuran rekam jejak.

Namun, Destry menjawab diplomatis saat disinggung adanya kemungkinan kandidat-kandidat yang mendapat catatan tersebut termasuk dalam delapan nama yang telah dipilih Pansel beberapa nama yang mendapat catatan dari Bareskrim tersebut ada yang tersandung persoalan hukum ringan dan berat.

Sebelum menentukan delapan nama yang terpilih, Pansel telah berkomunikasi dengan instansi yang menelusuri rekam jejak untuk mengetahui gambaran kasus yang menimpa sejumlah kandidat.

“Tentu kalau masalahnya berat pidana, jangan dipilih, karena kami punya bukti-buktinya. Mereka (Bareskrim) menyampaikan itu. Itu kenapa saat menentukan delapan nama kami berhati-hati sekali,” katanya. [SP/F-5]

(Visited 31 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *