Gua Lascaux

Sulutpos.com, Manado – Gua ini ditemukan pada tanggal 12 September 1940 oleh empat remaja, Marcel Ravidat, Jacques Marsal, Georges Agnel, dan Simon Coencas, serta anjing  Marcel, Robot.  Lukisan Gua Lascaux adalah gua yang di dalamnya mengandung beberapa seni prasejarah tertua dan terbaik di dunia.

Gua Lascaux terletak dekat desa Montignac, Dordogne, negara Perancis. Gua Paleolitikum (jaman batu tua), di dalamnya terdapat lukisan yang sebagian besar menggambarkan binatang. Gua ini diperkirakan sudah berusia sekitar 17.000 tahun berdasarkan bukti fosil yang ada di dalam gua.

Kompleks gua dibuka untuk umum pada 1948. Namun pada tahun 1955, karbon dioksida yang dihasilkan oleh 1200 pengunjung per hari itu telah membuat lukisan gua tersebut menjadi rusak. Gua ini ditutup untuk umum pada tahun 1963 untuk melestarikannya.

Lascaux II berada sekitar 200 meter dari gua asli. Gua ini berisi dua replika ruangan, yaitu Great Hall of the Bulls dan Painted Gallery. Di gua asli Lascaux sebenarnya ada beberapa ruangan, yaitu Great Hall of the Bulls, Lateral Passage, Shaft of the Dead Man, Chamber of Engravings, Painted Gallery dan Chamber of Felines. Replika ruangan
yang tidak ada di Lascaux II dapat dilihat di pusat seni prasejarah di Le Thot, Perancis.

Foto: Salah satu lukisan  dalam Gua yang disebut “The Crossed Bison” menunjukkan keterampilan para pelukis gua untuk menangkap realisme. Kemampuan untuk menggunakan perspektif tidak digunakan lagi sampai abad ke 15
Foto: Salah satu lukisan dalam Gua yang disebut “The Crossed Bison” menunjukkan keterampilan para pelukis gua untuk menangkap realisme. Kemampuan untuk menggunakan perspektif tidak digunakan lagi sampai abad ke 15

Lukisan di dalam gua asli Lascaux terdiri dari hampir 2.000 gambar yang dikategorikan ke dalam tiga gambar besar, yaitu binatang, manusia dan gambar abstrak. Sebagian besar gambar utamanya dilukis menggunakan zat warna mineral. Bagian yang paling terkenal pada gua ini adalah ruangan Great Hall Bulls.

Di ruangan tersebut terdapat gambar banteng, rusa dan binatang yang menyerupai kuda. Di antara 36 gambar binatang yang ada di ruangan tersebut, gambar empat ekor banteng hitam merupakan yang paling dominan.

Lukisan dinding dalam gua dengan menggambarkan banyak spesies hewan dan gambar manusia yang dilukis dengan warna tanah berpigmen coklat, hitam, kuning dan merah.

Pigmen-pigmen ini dihasilkan dari oker, hematit, dan  mangan yang digambarkan pada permukaan dinding batu kapur yang berwarna putih. Seniman Lascaux menciptakan gambar-gambar ini dengan cara menggambar garis dasar dan mewarnainya dengan pigmen.

Foto: Kuda China, salah satu lukisan pada dinding Gua.
Foto: Kuda China, salah satu lukisan pada dinding Gua.

Lukisan Lascaux merupakan salah satu karya seni Paleolitikum yang paling menonjol. Seniman prasejarah dapat menciptakan ilusi gerakan dan menangkap intisari dari suatu spesies dengan agak melebih-lebihkan figur karakternya.

Lukisan di atas batu kapur ini tampak bercampur dengan lukisan hewan-hewan lain dikarenakan seniman gua Paleolitikum tidak pernah menghapus gambar terdahulu sebelum melukis lukisan yang baru. Sapi-sapi pada dinding ini menciptakan impresi seakan-akan mereka mendaki bukit.

Menurut teori, lukisan ini dibuat sebagai simbol penangkapan hewan dan kemudian digambarkan rupanya di dinding gua. Salah satu lukisan yang memiliki interpretasi yang berbeda adalah lukisan Kuda Cina yang memiliki gambar menggelembung yang kemungkinan kuda betina yang hamil. Dinamakan Kuda Cina karena menyerupai kuda keramik dari Dinasti Han.[Novy/Dari berbagai sumber]

(Visited 573 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *