Teori Awan Debu

Sulutpos.com Manado – Meskipun tidak ada exoplanets ( planet di luar Tata Surya) yang telah dikonfirmasi di sekitar bintang yang disebut UX Tauri A, para ilmuwan telah melihat celah besar dalam piringan protoplanet yang menunjukkan bahwa planet terbentuk dari penggabungan.

Ini adalah ( bentuk) piringan yang berputar-putar, gas dan debu(bahan sisa dari pembentukan bintang) bentuk sekitar ekuator bintang dan kemudian memperpanjang luar ke ruang angkasa.

Diperkirakan bahwa materi di piringan ini menghancurkan satu sama lain dan menyatu bersama-sama, tumbuh cukup besar dalam waktu untuk mengerahkan gaya gravitasi yang cukup kuat untuk menyedot partikel lainnya. Efek bola salju ini akhirnya  menghasilkan planet yang membersihkan puing-puing di jalur orbit mereka. (Sabuk asteroid antara Jupiter dan Mars adalah contoh dari bagian yang tidak pernah dibersihkan sepenuhnya bahwa hanya distabilkan oleh tarik-menarik gabungan dari matahari dan Jupiter).

Para peneliti percaya Bumi terbentuk sekitar empat miliar tahun yang lalu ketika matahari baru berusia 600 juta tahun.

Teori protoplanet disebut juga  Teori Awan Debu. Teori ini dekemukakan oleh Seorang Ahli astronomi Jerman, Carl von Weizsaecker tahun 1940-an. Kemudian Teori ini disempurnakan  Gerard P. Kuiper di tahun1950-an. Teori mengungkapkan bahwa tata surya awalnya berbentuk awan yang sangat luas, terdiri atas debu, gas hidrogen, gas helium dan partikel-partikel awan yang kemudian saling tarik-menarik, berputar Cepat dan Teratur.

Lama-kelamaan terbentuklah piringan Cakram dimana bagian tengahnya menggelembung dan bagian tepinya menyempit. Inti Cakram yang menggelembung lalu menjadi matahari, sedangkan bagian tepinya menjadi planet-planet.[Novy/SA/NASA]

(Visited 164 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *