Perangkat Desa di Minsel Harus Relakan Tunjangan Sebulan di Tahun 2014 Tidak Terbayarkan

Sulutpos.com, Amurang – Meski baru menerima kabar gembira pencairan tunjangan triwulan ketiga, namun para perangkat desa yang ada di Minahasa Selatan harus merelakan pula tunjangan sebulan ditahun 2014 lalu tidak akan terbayarkan.

Menurut informasi dari Kepala BPMPD Minsel Drs Benny Lumingkewas yang diwawancara Rabu (21/10) siang tadi, bahwa pihaknya tidak mampu lagi mengakomodir anggaran untuk pembayaran sisa tunjangan tersebut.

“ Memang diakui sudah ada intruksi dari Bupati untuk pembayaran sisa tunjangan tersebut, namun dari usulan yang disampaikan ke dinas keuangan, diperoleh kabar jika pembayaran tersebut tidak bisa lagi dilakukan karena akan menyalahi aturan,” jelas Lumingkewas.

Lumingkewas menambahkan, bahwa pada tahun ini untuk tunjangan perangkat desa di plot untuk 12 bulan dan tidak lebih. “ Pada Perubahan APBD tahun 2015 diplot dana 8,8 Miliyar yang hanya diperuntukkan untuk pembayaran ADD dan sisa tunjangan perangkat desa yang belum terbayar akhir tahun 2015,” ujar mantan Sekretaris KPU Minsel tersebut.

Disisi lain, Hukum Tua desa Tenga Wempie Tumbelaka seakan mewakili harapan para hukum tua dan perangkat desa lain di Minahasa Selatan menyatakan kekecewaan dengan tidak terbayarkan tunjangan sisa sebulan tersebut.

“Sebelumya kami berharap sisa tunjangan Desember lalu bisa terakomodir melalui APBD Perubahan,” keluh Tumbelaka sembari mengharapkan pihak Pemkab kiranya masih bisa mengupayakan solusi untuk pembayaran tunjangan tersebut. (Andre Dotz)

(Visited 186 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *