Terkait Register Palsu Mantan Hukum Tua Desa Tawaang Angkat Bicara

Sulutpos.com, Amurang – Yahya Sumasa mantan Hukum Tua (kades) desa Tawaang menceritakan banyak hal tentang masalah sengketa tanah Moinit, Reres dan Kayamas, yang hingga saat ini masih belum terselasaikan antara Ahli Waris Keluarga Alm. Z Talumepa,  dengan pihak Kel. Tumbuan, Pemkab Minsel dan PLTU.

Polemik berkepanjangan yang sudah membuat Sumasa mendekam di penjara, akibat Surat Register Palsu yang dibuatnya atas nama Ahli waris Z Talumepa. Waktu itu, Sumasa menceritakan, dia didatangi seorang bernama Betty Talumepa, yang mengaku sebagai pemilik tanah.

“Dengan membawa surat Rekomendasi dari Bupati Minahasa (Dolfy Tanor) , bukti surat jual-beli,  Hasil Uji Kelayakan dari Pemkab Minahasa, sekaligus Tim Pengukur dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Minahasa, Talumepa datang  menemui saya, dengan maksud meminta saya agar membuatkan Surat Register Tanah atas namanya (Betty),” Kata Sumasa.

Selanjutnya, Sumasa sendiri juga yang menerbitkan Register Tanah Desa No. 358 folio 155 atas nama Talumepa. Hanya saja, lanjut Sumasa, pengukuran yang dilakukan waktu itu oleh BPN Minahasa (atas nama Talumepa) tidak terealisasi.

Menurut Sumasa, hal tersebut dikarenakan adanya perlawanan(pencegahan) dari Kel.Tumbuan yang juga mengaku sebagai pemilik sah, dimana lahan tanah yang di maksud sebagai milik Kel Talumepa sudah memilki register dalam buku tanah desa atas nama Kel Tumbuan.

Yahya Sumasa menambahkan, mengenai penerbitan Register Tanah Desa atas Nama Kel. Talumepa, bagi Sumasa itu baru surat keterangan biasa.

“Tidak terpikirkan jika penerbitan surat keterangan Register Tanah tersebut akan dipakai oleh pihak Kel. Talumepa untuk penerbitan sertifikat tanah di BPN minahasa, BPN Minahasa sendiri sampai sekarang tidak pernah mengeluarkan Sertifikat Tanah tersebut,” Katanya.

Sumasa sendiri akhirnya dipanggil polisi dengan laporan pemalsuan Surat Register Tanah, berlanjut hingga ke meja hijau, dan didakwa pasal 263 ayat (1) KUHP di PN Tondano dalam perkara No.145/Pid.B/2008/PN.Tdo, Tanggal 30 Desember 2008, dan jadi tahanan Polda Sulut selama 1 Bulan. Ironisnya, karena menyadari kekeliruanya, Sumasa langsung mengajukan complain ke BPN Minahasa untuk meninjau kembali permohonan Penerbitan Sertifikat Tanah atas nama Kel.Talumepa.

Sumasa juga sempat mengeluarkan surat keterangan pembatalan atas  surat keterangan Register Tanah Desa No. 358 folio 155 atas nama Kel. Talumepa.[Novy]

(Visited 687 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *