Kerajaan Kaidipang Besar Pada Masa Raja Ram Siut Pontoh 1912-1950

Sulutpos.com,
Boroko –
Sejarah Terbentuknya Kerajaan Kaidipang , cikal bakal terbentuknya Kerajaan Kaidipang berlatar belakang dari terbentuknya negri Kaidupa yang di pimpin oleh seorang kepala suku bernama Pugu-Pugu (Maoeritz Datoe Binangkal). Di awal abad ke-16 masuk lagi penjajahan yakni bangsa Belanda. Masuknya orang – orang belanda ini menyebabkan bangsa Portugis terusir dan mereka tinggal mendiami daerah Timor-Timur hinga ke Flipina.

Gubernur Belanda Piether Van Den Broeke 1630 dalam misi perjalanan dari ternate menuju Goa Makasar kapalnya singa berlabu di Kaidupa dan bertemu dengan Maoeritz Datoe Binangkal serbagai kepala Suku. Dalam pertemuan ini mereka mengunakan bahasa isyarat, melihat kondisi geograpis Negeri Kaidupa sangat starategis untuk
kegiatan perniagaan dan berpotensi di sektor pertanian.

Dukungan kepemimpinan Maoeritz Datoe Binangkal yang penuh kewibawaan membuat Gubertnur Belanda ini terinspirasi menawarkan kepada Maoeritz Datoe Binangkal untuk di minta kesediaanya untuk berangkat bersama-sama ke Goa Makasar diperhadapkan pada Raja Goa Untuk di nobati untuk menjadi raja di Keidupa (Kaidipang).

Penawaran Piether Van Den Broeke langsung di musawarakan oleh Maoeritz Datoe Binangkal dengan masyarakatnya dan masyarakat sangat menyambut dengan gembira dan penuh antusias. Berangkatlah rombongan menuju Goa Makasar setibanya di Goa Makasar Maoeritz Datoe Binangkal langsung diperhadapkan pada Raja Goa sekaligus di mintakan persetujuan untuk perabatan menjadi raja di Kaidipang. Resmilah Maoeritz Datoe Binangkal menjadi raja Kerajaan Kaidipang di lantik 1630.

Kerajaan kaidipang ini mempunyai batas-batas wilayah sebelah barat sampai pada desa Gentuma saat ini yang
menjadi wilayah kabupaten gorontalo utara, sebelah timur sampai pada desa sampiro minagaditi.

kerajaan kaidipang di pimpin oleh 15 orang raja secara turun temurun yang berakhir dengan raja ke-14 Mahmud Manoppo Korompot Antogia yang wafat tangal 07 februari 1910 di kediaman istana terletak di desa kuala yang saat ini sudah menjadi pemukiman penduduk. Dan di sembahyangkan di mesjid jami desa kuala yang di bangun oleh raja ke-13 Lui korompot, masyarakat memberikan julukan Kiombuina Komasigi.

Raja Mahmud Memerintah 1908 – 1912, namun beliau meningal 07 februari 1910 beliau wafat selang dua tahun kerajaan kaidipang mengalami kevakuman yang menjalankan roda pemerintahan adalah Jogugu Mbuingo Papeo.

Dalam fase wapatnya raja Mahmud epat calon Raja yang dipersiapkan yakni

1. Abo Lancong Korompot
2. Husain Korompot
3. Abo Dadoali. L. Korompot
4. Ram Suit Pontoh

Masyarakat kerajaan kaidipang memusawarakan dari Empat Calon yang pantas menjadi Raja, masyarakat memilih Ram Suit Pontoh untuk menduduki posisi Raja di Kerajaan Kaidipang yang diterbitkan SK oleh Residen Belanda Di Manado dengan kontrak pendek atau Korte Verklareng. Setelah suda berkuasa nama kerajaan menjadi kerajaan kaidipang besar meliputi wilayah kaidipang bolangitatang dengan Ibu Kota Boroko. Dengan batas wilayah :

1. Sebelah barat sampai pada Sungai Atingola
2. Sebelah timur sampai pada Desa Biontong

Raja Ram Suit Pontoh ini memimpin dari tahun 1912 sampai tahun 1950 seiring dengan penghapusan Swapraja di Bolaang Mongondow. Menurut Sinyo Dauid Korompot (wawancara 10 juli 2011) Raja Ram Suit Pontoh memimpin
dari tahun 1912 sampai tahun 1950 dan akhir dari kepemimpinan beliau adalah merupakan akhir dari kerajaan kaidipang.

System demokrasi kerajaan kaidipang yaitu raja dipilih sesuai permohonan dari masyarakat kemudian di kirim ke Resimen manado kemudian dilanjutkan ke Heneral Jakarta. kondisi masyarakat kerajaan kadipang pada masa Raja Ram Suit pontoh yaitu mereka sangat menghargai raja dan takut akan melangar aturan raja.

System pemerintahan kerajaan kaidipang pada masa raja Ram Suit Pontoh yaitu undang-undang berada di telunjuk raja, dan kepempinan Raja Ram Suit Pontoh ini sangat tegas, apabila ada masyarakat yang melangar aturan raja, maka rakyat tersebut akan di denda sesuai dengan aturan raja.

System perekonomian masyarakat kerajaan kaidipang poada masa Raja Ram Suit Pontoh yaitu sebagian besar masyarakat bercocok tanam dan sebagian menjadi nelayan. Kerukunan antar umat beragam pada masyarakat kerajaan kaidipang pada masa Raja Ram Suit Pontoh sangat bagus karena raja Ram Suit Pontoh memerintahkan masyarakat, agar setiap waktu sholat bagi umat muslim, masyarakat nonmuslim tidak boleh mengangu atau ribut begitu juga sebaliknya, dan raja tidak pernah membeda bedakan mereka.

Kondisi pendidikan masyarakat kerajaan kaidipang pada masa raja Ram Suit Pontoh yaitu masyarakat kerajaan kaidipang menimba ilmu dari sekolah SR (sekolah rakyat) sekolah SR ini sampai pada kelas 3 kemudian disambung dengan sekolah Porpolok kelas 4-5.

Menurut E. H. Pontoh (wawancara 11 juli 2011) raja Ram Suit Pontoh memimpin dari tahun 21 april 1912 sampai pada tahun 1950 dan beliau wafat pada tangal 15 november 1954. System demokrasi pada masa Raja Ram Suit Pontoh yaitu masyarakat dalam memilih marsaole(camat) sesuai dengan permohonan masyarakan yang ada di seputaran kecamatan tersebut. Kondisi masyarakat kerajaan kaidipang pada masa raja ram suit pontoh masyarakat sangat mematuhi aturan aturan raja.

System pemerintahan kerajaan kaidipang pada masa raja Ram Suit Pontoh yaitu semua aturan raja atau undang-undang jara ada di mulut raja karena setiap pemberitahuan atau perintah raja setiap masyarakat wajib melaksanakanya. System perekonomian masyarakat kerajaan kaidipang pada masa raja Ram Suit Pontoh mereka masi mengharapkan hasil pertanian dan perkebunan. Kerukunan umat beragam pada masyarakat kerajaan kaidipang pada masa raja ram suit pontoh baik karena raja membangun mesjid bagi umat islam dan gereja bagi umat kristen.

Kondisi pendidikan masyarakat kerajaan kaidipang pada masa raja Ram Suit Pontoh masyarakat menimba ilmu dari sekolah SR (sekolah rakyat ) dan raja mendatangkan guru mengajar dari manado. Asal nama kerajaan kaidipang besar Tentang istilah atau nama”kaidipang”seperti yang kita kenal sebagai nama sebuah kecamatan dalam kabupaten tingkat II bolaang mongondow. Pada masa dahulu nama tersebut dalam berbagai variasinya. Sedangkan
oleh anak negri di sebut”kaidupa”yang berasal dari nama kayu dupa, sejenis kayu yang baik untuk ramuan rumah.

Dan kerajaan kaidipang besar ini adalah gabungan dari dua kerajaan yaitu kerajaan bolang itang dan kerajaan kaidipang akibat kekosongan kekuasaan di kaidipang raja RAM SUIT PONTOH sebagai raja bolang itang untuk sementara juga merangkap sebagai raja di kerajaan kaidipang. Salah seorang raja gonggala II kerompot ialah Lancong kerompot (saudara kandung raja mahmud), meminta kepada bobato-bobato (dewan kerajaan) agar pemerintahan di kaidipang bukan saja di rangkap oleh raja RAM SUIT PONTOH tetapi di gabungkan saja pemerintahanya dengan kerajaan bolang itang .

Atas dasar itu dan memang sudah di atur oleh pemerintah belanda, dan residen manodo memutuskan untuk membuat kerajaan gabungan dengan nama kerajaan kaidipang besar.

Kerajaan kaidipang besar ini berdiri pada tahun 1912, dengan di lantiknya raja RAM SUIT PONTOH menjadi raja
kerajaan kaidipang besar, dangan kedudukan ibu negerinya yaitu boroko. Adapun batas-batas wilayah ini yaitu: (1) sebelah timur dengan karajaan bintauna, (2) sebelah utara dengan laut sulawesi, (3) sebelah selatan yang masi hutan belantara yang masi sukar di capai oleh manusia (pada waktu itu), (4) sebelah berat dengan kerajaan gorontalo .

Dimensi Pemerintahan Raja Pada waktu itu susunan pemerintahan sangat sederhana yang hanya terdiri dari:

1. Raja
Raja sebagai kepala pemarintahan, memegang dua undang-undang (wet) ialah wet hitam di atas putih atau ketentuan- ketentuan pemerintah atasan yaitu pemerintah belanda atau undang-undang tertulis dan wet hadat atau undang-undang(peraturan yang tidak tertulis-konvensi-aturan tentang adat istiadat) misalnya orang yang bersalah/menantang raja di hukum 3 tahun atau di buang kenegri lain.

2. Jogugu Jogugu sebagai pembantu utama raja, pelaksana pemerintah harian,juga sebagai bendahara (pemegang kas keuangan)

3. Ulea atau marsaoleh( kepala distrik)  Marsaoleh di ambil dari kata “Marschaalk”. yatu kepala wilayah kecamatan yang membawahi desa-desa.

4.Juru tulis kerajaan  Sebagai sekertaris kerajaan atau kepala tata usaha , penanggung jawab urusan administrasi kerajaan.

5. Sangadi  Sangadi adalah kepala desa di samping kepala pemerintahan di desa juga adalah kepala adat di desa.

Pembagian kerajaan kaidipang besar di bagi atas 2 yaitu ;

(1) wilayah kaidipang ibu negerinya boroko sekaligus ibu negeri kerajaan, (2) wilayah bolang itang ibu negerinya bolang itang.

Kudeta (perampasan kekuasaan) Terhadap RAJA RAM SUIT PONTOH

Setiap pemimpin selalu banyak mengalami tantangan baik sifatnya politis, sosial ekonomi, keluarga pribadi dan sebagainya. timbulnya pergerakan nasional pda awalabad ke XX, anginya bertiup keras ke seluruh hindia belanda termasuk juga kaidipang besar, Haji oemar said tjokroaminoto pahlawan islam dan pendiri serikat islam tahun 1912
ternyata terdapat pula anggota dan pendukungnya di kaidipang besar.

Semula SI dapat bekerjasama dengan raja, namun SI di kendalikan oleh orang-orang yang beroposisi, berbeloklah tujuannya dan menentang raja, Dalam SI di kaidipang terkumpul tokoh-tokoh yang menentang raja, baik karena alasan pangkat/jabatan, kebijaksanaan raja, kekeluargaan dan yang paling tentunya ialah soal-soal politis yaitu keinginan mencapai kemerdekaan sebagaimana perkembangan di awal abad ke XX.

Maka terjadilah kudeta sebagai puncak kekesalan dan kerasatidakpuasan pimpinan dan anggota SI tahun 1919. Kudeta itu bertujuan :

1. Merebut kekuasasn dari tangan raja RAM SUIT PONTOH, kemudian beliau akan di tangkap dan di bakar hidup-hidup
2. Menurunkan bendera dan mengantinya ini adalah tindakan kepahlawanan dari sebagian rakyat kaidipang besar pada masa penjajahan.

Kudeta itu di laksanakan dan di ikuti oleh ratusan rakyat yang bersenjata tajam dengan segala jenis-jenisnya, istana raja di serbu dan siap untuk di bakar tetapi dapat digagalkan. Di mana-mana terjdi pemberontakan, turunya raja RAM SUIT PONTOH dan terhapusnya status kerajaan pada tahun 1950.

Turunya raja RAM SUIT PONTOH dari tahtanya 1950 karena perebutan kekuasaan yang tak berdarah dari pemuda
berbarengnya dengan pudarnya cahaya kekuasaan raja dan hilangnya kerajaan kaidipang besar yang berumur 38 tahun dari panggung sejarah.( sumber : buku Drs. H.t. Usup. 1979. Sejarah singkat kerajaan kaidipang besar).

Terbukti dengan jelas bahwa adanya komalig, merupakan istana sekaligus kantor yang digunakan paduka raja RAM
SUIT PONTOH muntuk mengendalikan kerajaan kaidipang besar, adanya peninggalan kuburan raja. Ini merupakan bukti sahih jika daerah tersebut melahirkan raja-raja terkenal di masanya.[Vickypontoh]


(Visited 799 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *