Reformasi Anggaran Untuk Jaga Situasi Ekonomi Indonesia

Sulutpos.com, Jakarta – Di saat keadaan perekonomian dalam situasi sulit seperti sekarang ini, reformasi anggaran perlu dilakukan. Salah satu cara reformasi anggaran tersebut misalnya mengubah struktur penerimaan,
pengeluaran dan pembiayaan.

“Perekonomian kita sekarang ada dalam situasi tidak mudah. Satu-satunya jalan keluar adalah melakukan reform dalam anggaran. Business as Usual tidak akan menghasilkan apa-apa,” kata Kepala Badan Kebijakan Fiskal Suahasil Nazara saat seminar “Restrukturisasi Jangka Menengah dan Jangka Panjang Untuk Mencapai Target Pertumbuhan” di Aula Notohamiprodjo, Kemenkeu pada Jumat (30/10).

Menurutnya, untuk mengubah penerimaan negara dapat dilakukan dari awalnya bersumber dari Sumber Daya Alam menjadi tergantung pada penerimaan pajak dan kegiatan ekonomi.

“Mengubah struktur pengeluaran dari pengeluaran yang bersifat non-produktif menjadi pengeluaran produktif seperti infrastruktur dan pekerjaan besar kita ke depan social protection. Pembiayaan kita yang bersumber dari bilateral dan multilateral harus dapat kita kombinasikan dengan baik,” jelasnya.

Di kesempatan yang sama, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Miranda Gultom yang menjadi salah satu narasumber memaparkan tantangan perekonomian Indonesia dan strategi kebijakannya. Ia meyebut bahwa ada dua hal yang dialami Indonesia saat ini, yaitu ketidakpastian ekonomi global dan kelemahan struktural.

“Ketidakpastian ekonomi Global diantaranya, harga komoditas Global yang merosot tajam, pemulihan ekonomi Global yang di bawah harapan, ketidakpastian Fed Fund Rate dan Quantitative Easing Tiongkok dalam menanggapi perlambatan ekonomi,” paparnya.

Sementara itu ada tantangan domsetik yang dihadapi yaitu ekspor yang melemah terutama dari Sumber Daya Alam, konsumsi yang melambat, Counter Cylical Policy yang tidak berjalan karena kapasitas penyerapan belanja modal yang belum optimal, dan investasi dimana kurangnya infrastruktur dan kapabilitas industrial dari Indonesia.

Kendala eskternal dan internal tersebut mengakibatkan kurangnya kepercayaan Investor terhadap Indonesia. Lebih lanjut Miranda menjelaskan bahwa solusi untuk meningkatkan kepercayaan investor adalah peningkatan resiliensi dan confidence yang dapat dilakukan dengan langkah seperti menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem
keuangan, memperdalam pasar keuangan, meningkatkan produksi dan nilai tambah produk barang dan jasa, memperbaiki konektivitas, serta manajemen risiko dan penanganan krisis.(ibkf)

Sumber : Kemenkeu
(Visited 44 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *