Jadwal Ibadah Pemakaman Pdt Prof WA Roeroe

Sulutpos.com, Tomohon – Pemerintah Kota Tomohon turut merasakan dukacita yang dialami Keluarga Roeroe-Tompodung atas berpulangnya Pendeta Profesor Dr Wilhelmus Absalom Roeroe, yang lahir di Tomohon 16 September 1933 dan menghembuskan nafas terakhir pada minggu, 27 Desember 2015, di RS Bethesda dalam usia 82 tahun.

Almarhum merupakan juga bagian penting dari Pemerintah dan masyarakat Kota Tomohon, yang telah banyak memberikan karya nyata baik dalam bidang kebudayaan, keagamaan dan kemasyarakatan serta interaksi di dunia internasional yang berimplikasi langsung dalam pelaksanaan pemerintahan dan pelayanan publik serta pelayaan jemaat.

Pemerintah dan masyarakat Kota Tomohon menyampaikan turut berbelasungkawa yang sedalamnya atas kepergian almarhum yang di mata kita semua merupakan sosok pemimpin gereja dunia.  Banyak hal yang telah almarhum buat, terutama jasa-jasa beliau sebagai salah satu pelopor kerukunan antar umat beragama. Sehingga menjadi bagian terdepan dalam membina kerukunan antar umat beragama di Sulawesi Utara.

Hal ini di sampaikan Walikota melalui Press Rilis Bagian Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Kota Tomohon.

Dikatakan, Kehidupan Almarhum semasa hidup patut dicontohi dan menjadi panutan karena dalam kesehariannya,
bersama istri dan anak-anak, benar-benar berbakti kepada Tuhan, jemaat, dan masyarakat bahkan negara.

Almarhum telah banyak meninggalkan kenangan-kenangan yang indah, bahkan di akhir-akhir hidupnya almarhum terus memikirkan kemajuan jemaat dan masyarakat secara umum oleh karena itu Sulut kehilangan pendeta pengajar pluralisme yang ada dalam sosok Pendeta Prof Dr Wilhelmus Absalom Roeroe.

” Kami mengakui bahwa, selama kepemimpinan Pendeta Roeroe sebagai ketua sinode GMIM, sentuhan martabat orang minahasa sangat kental. Almarhum semasa hidupnya tidak memilah-milah Gereja. semua kalangan dirangkul untuk mewujudkan kebersamaan dalam perbedaan,” Ungkap Walikota.

Pendeta Roeroe pernah menjabat ketua sinode GMIM, periode 1979-1990 dan 1995-2000. dia juga tercatat sebagai ketua dewan gereja-gereja Indonesia dan Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (DGI/PGI) selama dua periode,
yaitu 1980-1984 dan 1984-1989.

Selanjutnya, pada periode 1989-1994 dipercayakan sebagai wakil sekretaris majelis pertimbangan persatuan gereja Indonesia dan sampai meninggal menjabat sebagai ketua Program Pasca Sarjana UKIT dan sekaligus Penasehat Jemaat GMIM Kakaskasen Maranatha.

Untuk ibadah pemakaman,  akan dilaksanakan pada hari Kamis 31 Desember 2015 mulai jam 09.00-15.30 yang bertempat di Gereja GMIM Kakaskasen Maranatha, sesuai permintaan Almarhum semasa hidup. Ketua BPMJ Maranatha Kakaskasen, Pdt Junisar Watulangkou STh akan memimpin doa pelepasan jenasah dari rumah duka (09.00-09.15), Selanjutnya kereta ditarik oleh Pelayan Khusus Jemaat GMIM Kakaskasen Maranatha ke Gereja, Jam 09.15-11.00.

Kesempatan melayat jenasah bagi para tamu, 11.00-12.00 puji-pujian penghiburan, 12.00-15.00 acara, sambutan dan ibadah Pemakaman oleh Ketua Sinode Pdt HWB Sumakul ThM PhD. 15.00-15.30 prosesi jenasah dari Gereja Maranatha Kakaskasen menuju Kantor Sinode GMIM, 15.30-16.00 disemayamkan di Kantor Sinode, 16.00-16-30 jenasah disemayamkan di Kampus UKIT.

Kemudian, 16.30-17.00 jenasah dibawa ke pekuburan dan ibadah di ladang pekuburan akan dipimpin oleh Ketua BPMW Kakaskasen Pdt.Jefry Saisab,Sth Msi. Seperti yang disampaikan Syamas Kolom 1 Jemaat GMIM Kakaskasen Maranatha, Djufry Rorong S Sos.

” Tentu saja atas Nama Keluarga Roeroe-Tompodung memohon maaf atas ketidak nyamanan kepada seluruh  pengguna lalulintas yang melewati jalur menuju ke Kantor Sinode, karena nantinya akan ada peralihan arus kendaraan yang menuju ke pusat kota atau yang kearah Selatan dari Kecamatan Tomohon Utara, semoga masyarakat dapat mengerti, terima kasih, ” Kata Kabag Humas dan Protokol  Kota Tomohon, FF Lantang SSTP, melalui Kasubag Humas, Djufry Rorong S Sos. [Stenlypondaag]

(Visited 294 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *