Pemerintah Resmikan Pusat Studi Terumbu Karang

Sulutpos.com, Manado – Guna mendukung kedaulatan di sektor maritim, serta dukungan untuk mewujudkan laut Indonesia menjadi “Home of Coral Reefs”, pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendirikan pusat edukasi berbagai keanekaragaman hayati mengenai terumbu karang bernama Coral Triangle Information and Learning Center (CTI Learning Center) di Kota Manado, Sulawesi Utara.

Pudjiastuti, saat meresmikan operasional gedung Coral Triangle Information and Learning Center, kegiatan ini dirangkaikan dengan seminar dan kegiatan lainnya yang berlangsung sampai  dengan tanggal 3 Desember 2015.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti meresmikan operasionalisasi gedung tersebut, yang juga merupakan Gedung Regional Sectretariat Coral Triangle Initiative Coral Reefs, Fisheries and Food Security (CTI-CFF), Selasa (1/12).

Sekretaris Jenderal KKP yang juga merupakan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut KKP, Sjarief Widjaja mengatakan, dengan diresmikannya kedua gedung ini maka secara resmi Regional Secretariat CTI-CFF tahun depan akan memulai aktifitasnya di gedung ini.

“Gedung ini akan menjadi jantung pengelolaan operasional pencapaian tujuan CTI-CFF dan berbagai kegiatan upaya pelestarian terumbu karang, perikanan pesisir serta sumber daya laut lainnya laut lainnya di kawasan Segitiga Terumbu Karang pada khususnya dan belahan dunia lainnya pada umumnya”, terang Sjarief.

Seperti dalam Press Rilis yang diterima Redaksi Sulutpos.com, Gedung seluas 2.142 m2 dan tinggi 42 meter ini diperuntukkan sebagai fungsi Kantor Regional Sekretariat, Training Center, Research Center, Reef Viseum, Perpustakaan, Ruang Pertemuan, Convention Hall, Ruang Kantor bagi Negara Anggota CTI, Mitra dan KKP. Sjarief menjelaskan.

Gedung ini dibangun untuk dijadikan sebagai centre of excellence (pusat unggulan) akan keanekaragaman terumbu karang serta dilengkapi dengan khazanah ilmunya.

“Nantinya gedung ini berfungsi sebagai tempat peragaan keanekaragaman hayati terumbu karang berupa akuarium berukuran besar serta ruang pameran”, lanjutnya.

Pembangunan gedung ini merupakan komitmen pemerintah Indonesia kepada CTI-CFF, dengan dana yang digulirkan sebesar 55 juta dolar AS. Gedung ini ditujukan menjadi pusat koordinasi, fasilitasi dan kolaborasi di antara enam negara dan mitra CTI-CFF. Sjarief juga menjelaskan, gedung CTI Learning Center harus berfungsi menjadi tempat penting bagi para pakar, praktisi, akademisi dan penggiat terumbu karang dalam pengelolaan ekosistem terumbu karang dan sumberdaya perikanan yang berkelanjutan.

 “Kita sangat berharap agar CTI Learning Center bisa menjadi rujukan tempat atau kiblat tentang apa saja mengenai pengelolaan terumbu karang, perikanan dan ketahanan pangan. Saya berharap nantinya ada mahzab dan pemikiran penting lahir, didiskusikan dan disebarluaskan dari gedung ini,” terang Sjarief.

Perencanaan gedung ini telah dimulai pada 2010 oleh Direktorat Jenderal Kelautan, Pesisir dan Pulau-pulau Kecil, KKP bekerjasama dengan PT Uni Tricipta. Napak tilas pembangunan gedung ini dimulai dengan peletakan batu pertama pembangunan gedung oleh Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat yang dijabat oleh Agung Laksono bersama Menteri Kelautan dan Perikanan yang kala itu dijabat oleh Sharif C. Sutardjo dan Gubernur Provinsi Sulawesi Utara, Sinyo H. Sarundajang pada 28 Januari 2012 lalu.[Red]

Kepala Biro Kerjasama dan Humas
Lilly Aprilya Pregiwati

(Visited 139 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *