Rekontruksi Pembunuhan Nurhamidin, 5 Tersangka Peragakan 121 Adegan

Sulutpos.com,Amurang – Pihak Polres Minahasa Selatan dan Kejari Amurang pada Senin 14 Desember 2015 melakukan gelar perkara atau rekontruksi kasus pembunuhan berencana terhadap Siswanto Nurhamidin.

Dalam rekontruksi yang dilaksanakan sekitar pukul 12.00 wita di Tempat Kejadian Perkara (TKP) di salah satu rumah di Lingkungan VII Kelurahan Uwuran Dua Kecamatan Amurang tersebut, turut melibatkan 5 tersangka yang sebelumnya telah diamankan.

Dari reka ulang tersebut, turut memperlihatkan aksi kejahatan para tersangka pada 21 Februari 2015 silam, dengan jumlah 121 adegan yang diperagakan. Reka ulang dirumah salah satu tersangka OG alias Ola dipimpin Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Sterry Andih,SH dan dibantu tim penyidik Polres Minsel dan Kejari Amurang.

Dari 121adegan yang diperankan 5 tersangka, ternyata paling banyak dilakukan tersangka ES alias Ela dan OG alias Ola. Sedangkan, tersangka BS alias Ben dan HL alias Ungke tidak terlalu banyak memerankan adegan.

Memasuki adegan ke 21 dari 121 adegan, tersangka ES alias Ela dan OG alias Ola sedikit melakukan penolakan terkait adegan yang sebenarnya. Hanya saja, baik penyidik Polres Minsel dan Kasi Pidum Sterry Andih,SH dengan perlakuan tegas langsung memerintahkan kedua tersangka tersebut memperagakan sesuai BAP.

Dilanjutkan pada adegan ke-24, korban Siswanto Nurhamidin tiba dan langsung duduk berhadapan dengan tersangka ES alias Ela. Sementara, tersangka OG alias Ola melakukan peragaan lainnya sambil menyiapkan Potas yang akan dicampur dalam kopi. Yang akhirnya, korban meminum kopi yang dicampur potas tersebut. Adengan selanjutnya, korban merasa sakit perut dan munta-munta. Saat tersebut, tersangka ES alias Ela masuk kamar mandi bukannya menolong melainkan memukul dari dada korban.

Akibatnya, korban pun jatuh dalam kamar mandi dan dibiarkan oleh kedua tersangka. Sekitar pukul 15.15 Wita, korban Siswanto Nurhamidin diangkat oleh tersangka HL dan OG dari kamar mandi, dan dibaringkan ke kamar tidur, dan hanya berselang beberapa menit korban meninggal dunia.

Selanjutnya, mengetahui korban telah meninggal, tersangka BS, HL dan OG mengangkat korban dari kamar tidur dan selanjutnya dimasukkan ke mobil Suzuki ERTIGA DB 1189 AS milik korban untuk selanjutnya diantar ke Desa Liningaan Kecamatan Maesaan.

Ibu korban Yul Londok usai menyaksikan langsung olah TKP tersebut, mengharapkan para tersangka dihukum berat sesuai perbuatan mereka terhadap anaknya. (Andre Dotz)

(Visited 787 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *