Pasca Penurunan Harga BBM, Para Sopir Enggan Turunkan Tarif, Harga BBM di Pertamina Turun Tipis

Sulutpos.com, Amurang – Turunnya Harga Bahan Bakar Minyak (BBM), tidak serta-merta berpengaruh pada turunnya beberapa harga maupun tariff angkutan di Minahasa Selatan.

Seperti halnya tarif angkutan, meski belum ada pengumuman dari pihak Dinas Perhubungan setempat, namun beberapa sopir mengaku enggan menurunkan tariff karena penurunan harga BBM hanya tipis.

Lain halnya bagi beberapa penjual bensin dan solar eceran (Pertamini). Dari pantauan dibeberapa penjual di Amurang dan Tumpaan, harga jual yang sebelumnya 9000 per liter hanya mengalami penambahan sedikit hingga mulut botol liter, yang harganya tetap 9000 rupiah. Begitupula yang dahulunya menjual 10.000 rupiah turun menjadi 9000 rupiah, dengan ukuran penuh sampai mulut botol cocacola 1 liter.

Mengenai tarif angkutan umum, Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Minahasa Selatan, Isak Rey, ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa pihaknya masih menunggu petunjuk pusat mengenai penyesuaian tarif pasca penurunan harga BBM.

Seperti diketahui, harga BBM jenis premium dan solar di sejumlah SPBU mulai tanggal 5 Januari 2016 telah menerapkan harga baru, yakni premium atau bensin 6.950 rupiah per liter, sedangkan solar 5.650 rupiah perliter. (Andre Dotz)

(Visited 60 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *