Pasca Teror Bom Jakarta, Jalur Masuk di Perairan Minsel Diperketat

Sulutpos.com, Amurang – Pasca teror bom yang terjadi di Jakarta Kamis 14 Januari kemarin, pihak aparat keamanan lebih memperketat pintu masuk ke wilayah Kabupaten Minahasa Selatan, baik itu melalui darat maupun
lautan. Seperti pantauan Jumat (15/1) siang tadi di Pelabuhan Amurang, pengamanan diperketat dengan adanya KRI Patola dipelabuhan tersebut.

Pelaksana Harian (Plh) Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan, Edwin Maengkom ketika diwawancara mengungkapkan, bahwa pengamanan ini telah dilakukan beberapa hari belakangan ini, dengan melibatkan pihak Polres Minsel maupun Pol Air yang hampir setiap saat melakukan patroli.

Foto : Pelabuhan Amurang, Minahasa Selatan.

” Selain KRI Patola, akan ada juga Kapal Patroli KPLP KOSGARD yang akan siaga di dermaga Amurang. Pengamanan ini dilakukan menyusul pelabuhan atau dermaga merupakan salah satu pintu masuk, sehingga harus diperketat, apalagi baru-baru ini terjadi teror bom di Jakarta,” tutur Maengkom.

Lebih lanjut Maengkom mengatakan, bahwa pada Senin 18 Januari subuh pekan depan Kapal Pelni LABOBAR akan berlabuh.

” Saat berlabuh nanti, pengamanan pelabuhan didalamnya, pemeriksaan penumpang keluar dan masuk dermaga akan dilakukan superketat,” tambahnya lagi

Meski aparat keamanan meningkatkan pengamanan pasca teror bom di Jakarta, aktifitas masyarakat di Minahasa Selatan seakan tidak terpengaruh dengan tragedi tersebut. Sesuai pantauan dibeberapa lokasi, masyarakat menjalankan aktivitas seperti biasa. (Andre Dotz)

(Visited 196 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *