Percepat Pembangunan Infrastruktur, Pemerintah Tanda Tangani 644 Kontrak Proyek

Foto: Salah satu proyek jalan dan jembatan yang sedang dikerjakan di ruas jalan Manado – Bitung (Kairagi-Maumbi).


SulutPos.com, Jakarta – Pemerintah terus berupaya menggenjot percepatan pembangunan infrastruktur di Indonesia. Mengawali tahun 2016, pemerintah telah melakukan penandatanganan 644 paket kontrak kegiatan senilai Rp8,81 triliun pada Rabu (6/1).

Penandatanganan dilakukan secara serentak di lima daerah, yaitu Medan, Banjarmasin, Surabaya, Manado, dan Jayapura, yang disaksikan secara langsung oleh Presiden Joko Widodo melalui video conference dari ruang Pendopo Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Jakarta.

Dari 644 paket pekerjaan tersebut, sebanyak 597 paket merupakan paket kecil dengan nilai kontrak di bawah Rp50 miliar, yang diharapkan menjadi penggerak ekonomi di daerah. Sementara, 47 paket lainnya merupakan paket besar dengan nilai di atas Rp50 miliar.

Presiden berharap, dengan telah ditandatanganinya kontrak, pelaksanaan proyek-proyek tersebut dapat segera dilakukan. “Kontrak-kontrak harus dimulai di awal Bulan Januari dan pekerjaan juga harus dimulai di awal Januari,” tegas Presiden.

Ia mengungkapkan, pekerjaan proyek yang dilaksanakan pada awal tahun juga akan memberikan stimulasi pada pertumbuhan ekonomi, terlebih setelah implementasi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) saat ini. Dengan dimulainya era persaingan MEA, Presiden berharap, bergulirnya proyek infrastruktur oleh Kementerian PUPR tersebut dapat membuka lapangan pekerjaan yang besar.

“Usahakan proyek-proyek ini banyak menyerap tenaga kerja. Artinya padat karya, tanpa melupakan bahwa kita harus menggunakan teknologi, harus menggunakan alat berat,” tegasnya.

Selain itu, presiden juga mengingatkan agar proyek-proyek tersebut dapat melibatkan lebih banyak kontraktor lokal, khususnya untuk proyek-proyek yang nilainya tidak lebih dari Rp50 miliar. Terakhir, ia juga menegaskan untuk meningkatkan penggunaan local content dalam proyek-proyek tersebut.

“Jangan dikit-dikit impor, dikit-dikit impor, enggak. Stop itu, gunakan barang-barang lokal,” tambahnya.[nv]

Sumber : Kemenkeu

(Visited 284 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *