20 Ton Sirip Hiu Gagal ke Hong Kong

Sulutpos.com, Jakarta – Mengawali tahun 2016, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) sukses menggagalkan berbagai upaya pelanggaran di bidang kepabeanan dan cukai. Setelah berhasil menggagalkan penyelundupan ratusan kilo gram sabu-sabu di Jepara, baru-baru ini, aparat Bea Cukai Tanjung Perak juga berhasil menggagalkan upaya penyelundupan sirip hiu dan ubur-ubur melalui Terminal Peti Kemas Surabaya.

Dari hasil pemeriksaan, petugas Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean Tanjung Perak menemukan sirip hiu tersebut dikemas dalam 352 kantong yang tersimpan dalam kontainer berukuran 40 feet. Menurut rencana, sirip hiu tersebut akan dikirim ke Hong Kong.

Dalam keterangan resminya pada Jumat (29/1), DJBC mengungkapkan, modus yang digunakan pelaku untuk menyelundupkan sirip hiu ini adalah dengan memalsukan informasi dokumen ekspor barang, yang diberitahukan sebagai perut ikan beku. “Sirip hiu ini dalam dokumennya diberitahukan sebagai perut ikan beku sebanyak 389 karton atau 19.123 kilo gram,” demikian dijelaskan Kepala Kantor Wilayah DJBC Jawa Timur I Rahmat Subagio.

Dari hasil pemeriksaan visual, sirip hiu ini diperkirakan berasal dari jenis hiu martil dan hiu biru, dengan berat total diperkirakan mencapai 20.184 kilo gram. Sebagaimana diketahui, hiu martil merupakan salah satu dari 73 jenis ikan hiu yang dilindungi. “Di dunia ini ada 73 jenis hiu yang dilindungi. Dua diantaranya habitatnya di Indonesia yakni hiu martil dan hiu koboi,” tambahnya.

Lebih lanjut ia mengungkap, sirip hiu ini dikirim oleh CV SS dengan menggunakan Perusahaan Pengurus Jasa Kepabeanan (PPJK)  PT TS. Dengan demikian, CV SS diduga melakukan pelanggaran atas Undang-Undang (UU) UU Nomor 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan serta UU Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 45 Tahun 2009.

Sebagai tindak lanjut, kasus ini telah dilimpahkan ke Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas I Surabaya 2.

Selain menggagalkan upaya penyelundupan sirip hiu, Bea Cukai Tanjung Perak juga turut menggagalkan upaya penyelundupan ubur-ubur (jelly fish) yang dilakukan oleh CV SIS. Modus yang digunakan yaitu memberikan informasi tidak benar dalam dokumen pemberitahuan ekspor barang.

Dalam dokumen ekspor barangnya, CV SIS memebrikan informasi akan melakukan ekspor salted jelly fish sebanyak 4.040 buckets atau 88.880 kg. Namun, dalam pemeriksaan, petugas menemukan lebih banyak ubur-ubur, yaitu sebanyak 4.246 buckets atau setara dengan 93.412 kg. Selain pemberitahuan tidak benar, ekspor tersebut juga tidak dilengkapi dengan sertifikat kesehatan.(nv)

(Visited 156 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *