Pemerintah Jadwalkan Pengajuan APBN-P Setelah Bulan Mei

Sulutpos.com Jakarta – Pemerintah memastikan akan mengajukan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2016. Rencana pengajuan ini dijadwalkan setelah Bulan Mei, atau selepas pembicaraan pendahuluan untuk APBN 2017. Pengajuan ini juga didasari oleh beberapa perkembangan kondisi ekonomi setelah APBN 2016 bergulir.

“Bulan Mei kita ada pembicaraan pendahuluan untuk (APBN) 2017, mungkin waktu terbaik untuk APBNP adalah sesudah kita bicarakan pendahuluan 2017, itu perkiraan kasarnya pengajuan APBNP,” kata Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro saat Rapat Kerja dengan Badan Anggaran DPR RI pada Rabu (17/02).

Beberapa perkembangan yang melatari perubahan APBN adalah penurunan harga minyak yang cukup drastis serta nilai tukar Rupiah yang turut bergerak dari asumsi pada APBN 2016. “Asumsi kita USD50 per barel, kondisi hari ini fluktuatif karena kadang-kadang USD30, kadang-kadang menyentuh USD35 sehingga nanti kita harus membuat asumsi baru untuk harga minyak,” jelas Menkeu. Dengan perkembangan harga minyak tersebut, pengaruhnya akan terasa pada PNBP Migas serta PPh Migas. “Jadi kombinasi itu akan membuat struktur penerimaan kita berubah,” jelas Menkeu.

Sementara itu untuk nilai tukar, Menkeu menyampaikan bahwa ada kemungkinan rata-rata nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS akan lebih rendah dari yang ditargetkan dalam APBN 2016. “Rupiah kan kita pake Rp13.900, ada kemungkinan rata-rata nilai tukarnya di bawah itu. Tapi apakah turunnya ke Rp13.500 atau lebih turun kita harus lihat perkembangan terakhir,” ungkapnya.(as)

Sumber : kemenkeu

(Visited 333 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *