Penyelundupan Narkoba Via Laut Meningkat, Bea Cukai Siaga

Sulutpos.com, Jakarta – Indonesia saat ini berada pada status darurat narkoba. Dari sisi penyelundupan, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) mencatatkan data penegahan narkotika, psikotropika dan prekursor tahun 2013-2015. Dari data tersebut terungkap bahwa diantara empat moda transportasi yang sering digunakan oleh oknum-oknum tidak bertanggungjawab, penyelundupan melalui transportasi laut mengalami peningkatan.

Sebelumnya, transportasi udara merupakan moda favorit untuk memasukkan narkoba ke dalam negeri. Namun, dewasa ini mulai terjadi pergeseran ke jalur laut. Selain jumlah yang diselundupkan lebih besar, dan di sisi lain para penyelundup berharap petugas akan lebih sulit mendeteksi masuknya barang larangan tersebut dibandingkan jalur lainnya.

Dari data tahun 2013, ada 18 kasus penyelundupan narkoba lewat jalur laut, yang meningkat menjadi 28 kasus pada 2014. Pada tahun 2015, angka ini kembali meningkat menjadi 59 kasus. Sementara itu, penyelundupan melalui moda transportasi lainnya justru mengalami penurunan.

DJBC terus berusaha mengantisipasi upaya penyelundupan tersebut dengan kerja sama bersama berbagai pihak terkait, salah satunya Badan Narkotika Nasional (BNN).  Menurut Plt. Direktur Penerimaan dan Peraturan Kepabeanan dan Cukai Sugeng Apriyanto, sinergi yang baik ini diharapkan dapat menjaga generasi muda dari bahaya narkotika.

“Keberhasilan ini juga tak lepas dari sinergi yang baik antara DJBC dengan instansi lain seperti BNN untuk menjaga generasi muda dari bahaya narkotika,” katanya dalam keterangan resminya pada pekan lalu.(as)

Sumber : Kemenkeu

(Visited 464 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *