Bappelitbangda Minahasa Siap Sukseskan Program Nasional 100 -0-100 Menuju Masyarakat Sejahtera

Sulutpos.com, Tondano – Bappelitbangda Kabupaten Minahasa Mengelar Lokakarya Penyepakatan Hasil Baseline dan Profil Kawasan Pemukiman yang bertempat di ruang Rapatya pada  Kamis (24/3) siang tadi.

Di ikuti LKM Desa dan kelurahan serta pihak yang berkompeten lainya di  antaranya Dinas Pekerjaan Umum,Camat, DPRD Kabupaten Minahasa, dan LSM membahas tentang Program  Penanganan Kawasan Kumuh Perkotaan ( P2KKP) yang di dalamnya mengemban Visi Pembangunan Daerah Menuju Minahasa Sejahtera yang Bermartabat, yang mengandung maksud berkurangnya Masyarakat Miskin, meningkatnya Pendapatan dan Daya beli masyarakat, serta terpenuhinya sarana dan Prasarana Dasar Pendidikan, Kesehatan, Lingkungan Hidup, dan Ekonomi.

Ir Jacky Walukow, selaku kepala Bappelitbangda Minahasa mengatakan Dalam melaksanakan pengelolaan program pembangunan untuk mewujudkan Minahasa Sejahtera senantiasa memperhatikan dan mengedepankan Peraturan Perundang- Undangan yang berlaku, Budaya Mapalus “si Tou Timou Tumou Tou”, Kearifan Lokal, dan Ajaran Kepercayaan Kepada Tuhan Yang Maha Esa.

“Dalam Upaya Program ini, sesuai Misi Meningkatkan Kesejahteraan rakyat Minahasa melalui pengelolaan sumber Daya Alam yang efisien, efektif dan berkelanjutan berbasis agrobisnis dan Pariwisata, yang sasaran umunya adalah terbangunya sarana prasarana dasar yang lebih berkualitas, juga pengembangan Infrastruktur Dasar dan penanganan kawasan Rawan Bencana,” urai Wakukow.

Di samping itu Korkot P2KKP Ronny Tuerah SE, mengatakan dalam program penyusunan Data Baseline 100 – 0- 100 ini melatar belakangi pada RPJMD 2015 – 2019, Ditjen Cipta Karya yang berkomitmen Mewujudkan lingkungan Pemukiman di Perkotaan yang layak huni dan berkelanjutan melalui prakarsa 100 -0-100,yang maksudnya 100 persen akses air Minum, 0 persen Kawasan Pemukiman Kumuh dan 100 persen akses Sanitasi Layak.

“ Saat ini basis data BPS 2013,capaian air minum 67 persen, kumuh 11,6 persen sanitasi layak 59 persen, namun kami bisa meyakini keberhasilan mencapai target 100-0-100 ini akan berhasil namun itupun turut ditentukan oleh Kontribusi Pemda,dan partisipasi Masyarakat juga Stakeholder di Daerah,”ujar Tuerah.

Lebih lanjut Tuera menerangkan dalam menunjang program ini Data yang di gali berupa data fisik dan non fisik,antaranya : Kondisi Bangunan Hunian, Jalan Lingkungan, Drainase Lingkungan, Pembuangan air Limbah, Penyedian Air bersih dan air Minum, pengelolaan Persampahan, pengamanan bahaya Kebakaran. dan non fisiknya meliputi : legilitas pendirian Bangunan, kepadatan Penduduk, Pengunaan Daya Listrik, Fasilitas pelayan Kesehatan, dan fasilitas Pelayanan Pendidikan.(Noldy)

 

(Visited 342 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *