JWS Geram, Aksi Calo CPNS Yang Menipu Masyarakat Minahasa

Sulutpos.com, Tondano – Perhatian Pemerintah Kabupaten Minahasa terkait adanya Calo Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang mengaku Panitia Seleksi Nasional dari Badan Kepegawaian, dan membodohi sebagian masyarakat untuk membeli jasa dengan iming-iming masuk dalam Tenaga PNS, membuat Janjte Wowiling SaJow,Msi, geram.

Hal tersebut dikatakanya di depan  awak media di halaman kantor Bupati, pada Selasa (02/03), serta  meminta aparat penegak hukum di antaranya Polres Minahasa kiranya dapat menyelidiki atau mengusut tuntas kasus ini lebih lanjut dan menindak tegas pelaku penipuan tersebut.

“Aksi Penipuan yang berkedok Panitia Seleksi Nasional dari Badan Kepegawaian, yang merupakan calo CPNS ini harus diusut dan ditindak tegas agar masyarakat Minahasa tidak menjadi korban penipuan karena Bila dibiarkan, takutnya akan semakin banyak korban yang tertipu,”ujar Sajow.

Di samping itupun, Bupati menghimbau agar masyarakat ataupun pencari kerja, bisa lebih berhati-hati dan tidak mudah percaya, apalagi dimanfaatkan oleh para calo yang sementara bergentayangan bebas di Minahasa tersebut.

“Kalau nanti akan ada penerimaan CPNS, pasti di umumkan secara umum dan terbuka, juga untuk pendaftaranya di lakukan secara online, Jadi Masyarakat jangan muda percaya, apalagi bila ada iming-iming tinggal membayar sejumlah uang yang saya dengar mencapai Rp 60 Juta, dan langsung diangkat sebagai PNS, itulah yang harus kita waspadai,” katanya.

“Saya percaya, aparat Kepolisian Polres Minahasa mampu mengungkap siapa dalang dan para Oknum yang bermain di balik layar calo ini,Selain telah melakukan penipuan, masyarakat telah dirugikan puluhan juta rupiah,” cetusnya.

Di tempat terpisah, Kapolres Minahasa AKBP Ronald Rumondor SIK, MSi, berjanji bila pihaknya akan menelusuri lebih jauh adanya informasi calo CPNS di Minahasa ini.

“Memang ada informasi di kami bahwa sekarang ini ada calo CPNS yang sementara beraksi mencari ‘mangsa’ di Minahasa, dimana si calo ini mengimingi akan ada perekrutan dan akan diterima sebagai CPNS asal si ‘mangsa’ ini membayar uang pelicin mencapai Rp 60 Juta,” ujar Rumondor.

“Untuk itu, kami sementara menyelidiki kasus ini dengan memanggil para pencari kerja yang telah memberikan sejumlah uang kepada si calo ini sebagai saksi untuk pengembangan kasus. Bila kemudian terbukti ada unsur penipuan dan pelanggaran hukum maka akan kita tindak juga sesuai prosedur hukum,” terang Rumondor lagi.

Menurutnya, saat ini pihaknya telah mengantongi beberapa nama yang diduga sebagai calo, yang telah masuk dalam laporan di Polres Minahasa.

“Ada sekitar lima nama terduga calo yang menjalankan aksi, bahkan diduga uang yang mereka raup dalam hal ini sudah cukup banyak, bahkan telah mencemarkan suatu institusi tertentu,”tandas kapolres.(Ody waseng).

(Visited 805 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *