Lahan Milik Keluarga Besar Kamagi Jadi Rebutan

Sulutpos.com, Manado- Pesatnya perkembangan pembangunan di Kota Manado membuat harga jual Tanah meroket naik, tak ayal Kasus Sengketa tanah pun meningkat setiap harinya dan menjadi topik pembahasan paling hangat di kota Tinutuan ini.

Kasus Sengketa Tanah yang terjadi di Kota Manado memang sangat menghebohkan, bagaimana tidak, kebanyakan yang terlibat dalam kasus sengketa Tanah adalah oknum Pejabat yang memiliki jabatan strategis di Pemerintah Daerah yang sering mengklaim kepemilikan lahan diatas lahan yang sedang dikuasai oleh orang lain kemudian disengketakan.

Seperti yang terjadi di Kelurahan Kairagi Satu, dimana menurut Register Tanah Desa Kairagi Satu Tahun 1910 Register Nomor 259 Folio Nomor 64 tanah seluas 19,5 Hektare adalah milik dari Almarhum Danel Kamagi, namun sebagian lokasi tersebut saat ini boleh dibilang telah dikuasai oleh Pemerintah Provinsi Sulut dengan menjadikan lokasi Pameran.

Lokasi Lahan Yang dibangun Jalan Bypass Maumbi-Kairagi Insert Foto Demo Ahli Waris Keluarga Kamagi
Lokasi Lahan Yang dibangun Jalan Bypass Maumbi-Kairagi Insert Foto Demo Ahli Waris Keluarga Kamagi

Hal tersebut membuat para ahli waris dari Danel Kamagi Geram, menurut salah satu Ahli Waris yang juga dikuasakan oleh para Ahli Waris Stenly Kamagi kepada sulutpos.com Kamis (10/3-2016) dimana para ahli Waris mengharapkan Pemprop Sulut agar tidak seenaknya memperlakukan masyarakatnya.

“kami sangat Geram dengan perlakuan Pemprov Sulut terhadap keluarga Kami, pasalnya sebagia tanah warisan dari orang tua kami telah digunakan untuk kepentingan mereka, kami tidak akan menghambat Program Pemerintah, tetapi perhatikanlah hak kami, kalau Pemprop ingin menggunakan Lahan Kami untuk Kepentingan umum dengan senang hati kami akan memberikan tetapi harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku dengan biaya ganti rugi, tetapi jika Pemprop menyerobot dengan cara ”Ilegal” maka Kami Keluarga Kamagi siap Mati untuk mempertahankan Hak Kami,” ujar Stenly

Data yang berhasil dihimpun Sulutpos.com, sejak tahun 2005 silam Lokasi tanah yang di sengketakan antara Keluarga Kamagi dan Pemprop Sulut ternyata telah dibagi-bagikan kepada Pimpinan dan Anggota DPRD Propinsi Sulut Periode 1999-2004 serta Jajaran Pemerintah Propinsi Era kepemimpinan Drs. AJ Sondakh.

Hal tersebut sesuai Surat Keputusan (SK-red) Gubernur Nomor 76 tahun 2005 tentang Pemberian tanda penghargaan kepada Pimpinan dan Anggota DPRD Propinsi Periode 1999-2004 serta Jajaran Pemerinta Propinsi Sulawesi Utara, dengan Keputusan Pertama : Memberikan tanda penghargaan kepada pimpinan dan anggota DPR Propinsi Sulut Periode 1999-2004 serta jajaran Pemerintah Propinsi Sulut, Kedua : Menugaskan Kepada Kepala Badan Kekayaan Pemprop Sulut untuk Menghapus Tanah dimaksud Diktum Pertama diatas dari Daftar Inventaris MIlik Pemerintah Propinsi Sulut, Ketiga : Biaya yang timbul sebagai pelaksana Keputusan ini dibebankan pada APBD Propinsi Sulut., namun yang di sayangkan dalam SK tersebut tidak disebutkan lokasi Tanah yang akan di bagikan.

Dalam SK tersebut terlampir 45 nama Pimpinan dan Anggota DPRD Propinsi Periode 1999-2004 Penerima tanda Penghargaan dari Pemprop Sulut serta 21 Nama dari Jajaran Pemprop Sulut, salah satunya PLT Walikota Manado Ir. R.O Roring dimana saat itu Roring menjabat sebagai Kepala Biro Pembangunan, Roring Sendiri mendapat Lahan Seluas 600 m2.

menurut salah satu Ahli Waris, “Jumat (4/3) lalu, ROR menyuruh seseorang untuk memberitahukan sekaligus meminta ijin kepada kami kalau lahan miliknya akan segera dipasang patok, kamipun memberikan ijin dengan syarat ROR dapat menunjukan Bukti Kepemilikan dan ROR dapat menunjuk Lokasi yang menjadi miliknya,” ujarnya

Stenly Kamagi Menambahkan, ” Pemerintah seharusnya harus melindungi Masyarakat termasuk hak meraka, namun kejadian yang menimpah kami terbalik, Pemerintah telah merampas hak kami sebagai warganya, Kami Harap Pemerintahan yang baru ini bapak Gubernur Olly Dondokambey dapat membantu Permasalahan Kami ini, Ambillah apa yang menjadi hak Kalian dan serahkanlah apa yang menjadi Hak Kami,”Kunci Stenly. (Julian Lasut)

(Visited 1.747 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *