Mangindaan Berang Tanahnya di Police Line

Sulutpos.com, Amurang – Penyerobotan tanah diduga dilakukan salah satu oknum anggota Polres Minahasa Selatan (Minsel). Hal ini terkait pengadaan police line di salah satu lahan milik Keluarga Abbas-Mangindaan yang lokasinya tepat disamping kiri jalan, belakang Mapolres Minsel.

Lahan Yang di police lineSelvie Mangindaan, yang mengaku pemilik tanah, menyatakan kekecewaannya terhadap pengadaan police line di lahan miliknya, yang diduga dilakukan BM yang diketahui merupakan anggota Polres Minsel. Mangindaan dengan nada kesal menyatakan bahwa sudah dua kali lahan tersebut di police line dengan tempat berbeda, sehingga pihak keluarganya menyatakan sangat keberatan dengan ulah tersebut. Mangindaan pun langsung mencabut police line dilahan miliknya tersebut Rabu 16 Maret, yang pemasangannya dikabarkan sehari sebelumnya.

Mantan Kepala Bagian Pembangunan Setdakab Minsel, Drs Handri Sondakh saat dimintai tanggapannya, mengatakan, seharusnya lahan yang telah di hibahkan oleh Pemkab Minsel, hanya berbatas jalan.

Dibagian lain Adrie Keintjem saat dihubungi beberapa waktu lalu, berpendapat, sebenarnya sejarah tanah dibelakang kantor Bupati Minsel ini, awalnya batasnya berbelok-belok. Kemudian setelah di bangun jalan, atas kesepakatan Pemkab dan Keluarga Mangindaan, pembuatan jalannya diluruskan saja. Jadi ada milik Pemkab sudah masuk lahan Mangindaan, kemudian ada lahan keluarga Mangindaan masuk areal Pemkab.

Sementara itu, Kabid Aset DPKAD Hendra Pandeynuwu mengaku bahwa hingga saat ini Pemkab belum menyerahkan aset tersebut ke Polres. (Andre Dotz)

(Visited 977 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *