Pantai Moinit Dikunjungi ‘Wisatawan Tak Diundang’, Tumbuan Mengadu ke Wakil Rakyat

Sulutpos.com, Amurang – Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang menggunakan bahan bakar batubara dijadikan pilihan untuk ketenagalistrikan dibandingkan pembangkit listrik tenaga lain, karena faktor sumber daya alam berupa batubara tersedia cukup besar di Indonesia, sehingga masih mencukupi kebutuhan nasional hingga 60 sampai 70 tahun kedepan. PLTU juga merupakan sistem pembangkit listrik yang paling efisien dan murah dibandingkan PLTN atau PLTD.

Kapal Pengangkut Batubara dipandu oleh sebuah kapal Tongkang, dilihat dari Pantai Moinit.
Kapal Pengangkut Batubara dipandu oleh sebuah kapal Tongkang, dilihat dari Pantai Moinit.

Adalah Konsekuensi dari sebuah pembangunan, dalam hal ini pembangunan PLTU yang menggunakan teknologi konversi batubara akan dapat membawa dampak terhadap lingkungan baik dampak positif maupun negatif. Dampak tersebut mempengaruhi kehidupan sosial, ekonomi, kesehatan dan  lingkungan.

Pengaruh negatif struktur sosial masyarakat di sekitar pembangunan PLTU yang mungkin bisa terjadi adalah perilaku atau kebiasaan masyarakat menjadi lebih konsumtif dan ketidak-harmonisan atau konflik sosial antar warga. Hal lain yang tidak boleh diabaikan adalah dampak negatif terhadap kualitas lingkungan dan kesehatan.

Warga yang sedang mengambil sampel air yang sudah tercampur dengan Batubara
Warga yang sedang mengambil sampel air yang sudah tercampur dengan Batubara

Julien Tumbuan, Pemilik lahan wisata Pantai Moinit, yang lokasinya berdekatan dengan Sekolah Pelayaran (BP2IP), dan Lokasi PLTU, mengeluhkan dan telah mengadukan masalah pencemaran lingkungan, yang menurutnya Batubara yang berserakan di pantai tersebut sudah sangat memprihatinkan.

“Saya sudah mengadukan hal ini ke DPRD, tinggal menunggu mereka menindak-lanjuti aspirasi ini,”kata Tumbuan kepada Sulutpos.com, pada senin (21/3).

Ditambahkannya, Batubara yang terdampar sampai di bibir pantai sudah berlangsung sebulan lebih, dengan panjang hamparan Batubara yang mengapung hampir mencapai seluruh kawasan objek wisata miliknya.[Novy]

(Visited 2.396 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *