Sembunyikan Panah Wayer,Dua Warga Papakelan Di Bekuk Satuan Polres Minahasa

Sulutpos.com – Tondano – Satuan Kepolisian Resor Minahasa Kembali membekuk Dua warga Papakelan Tondano Timur yang kedapatan  Memiliki senjata tajam jenis Panah Wayer.

AS alias Ino (16) dan RM alias Rul (24). Keduanya diamankan di rumah mereka masing-masing oleh Tim Patiukan dan Buser Polres Minahasa pada Jumat (11/3) Siang tadi.

“Kita mendapatkan laporan dari masyarakat yang mengatakan ada sejumlah warga yang di sinyalir menyimpan barang-barang tersebut dan dari laporan itu kami pun langsung bergerak ke lapangan bersama Tim Buser,” Jelas AKP Daniel Korompis Kasat Sabhara Polres Minahasa.

Korompis pun  menambahkan, setelah dilakukan pemeriksaan di lokasi yang dilaporkan, didapatilah barang bukti panah wayer,badik yang disimpan di Rumah Rul.

”  Dari informasi masyarakat, Tim Patiukan Polres Minahasa dan Buser kemudian bergerak ke lokasi rumah Rul sekitar pukul 11.00 wita, dan berhasil mendapatkan 77 anak panah wayer siap pakai, 9 karet kateter sebagai bahan pelontar panah, dua besi pelontar, serta dua senjata tajam jenis pisau badik, serta 20 paku yang akan dibuat sebagai anak panah dan  disita lagi mesin gurinda yang digunakan tersangka untuk buat panah wayer”.terangnya.

Sebagai bahan Pemeriksaan,saat ini kedua Tersangka bersama Barang Bukti dibawa ke Mapolres Minahasa  dan diserahkan ke Unit I Jatanras.

Dari pihak pemeriksa sendiri lewat Aipda Michael Pesik SH mengatakan sesuai keterangan Tersangka hanya mengakui 30 anak panah wayer yang merupakan miliknya, namun semua barang bukti itu didapatkan di rumah Rul.

Pengakuan dari tersangka Rul akhirnya di  kembangkan dan dari hasil pemeriksaan yang kemudian membawa Ino masuk dalam target Oprasi yang berhasil di amankan dengan barang bukti dua anak panah wayer siap pakai dan satu pelontar.”Panah wayer itu saya simpan di rumah Rul,” terangnya.

Dan dari pengakuan tersangka bahwa panah wayer tersebut dibuatnya sendiri.”Saya bikin sendiri di Katinggolan” jelas Ino, sambil  berdalih bahwa panah wayer tersebut digunakan untuk berburu ayam.

Namun polisi tidak percaya begitu saja, sebab banyak keributan yang sering terjadi dan meninggalkan barang bukti berupa panah wayer.

Untuk ulahnya kedua tersangka  melanggar UU darurat nomor 12 tahun 1951 pasal 1 ayat 2 tentang senjata tajam dengan ancaman 9 tahun penjara.(Ody Waseng)

(Visited 933 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *