37 Ton Bawang Merah Busuk Bantuan Dinas Pertanian Berhamburan Di TPA Kinali

Sulutpos.com, Tompaso – Puluhan Ton Bawang Merah Busuk di amankan Satuan Polsek Tompaso, pada Rabu (27/04) siang tadi, di Desa Kamanga dan Kamanga Dua, Kecamatan Tompaso.

Bawang Merah yang seharusnya di peruntukan bagi para Petani guna Pembibitan yang ada di beberapa Kelompok Tani ini akhirnya harus di buang ke Tempat Pemungutan Sampah (TPA) Kinali di karenakan Baunya yang sudah sangat menyengat.

Menurut data yang di dapati, kurang lebih 37 Ton Bawang merah busuk diangkut dengan mengunakan 6 buah Truk dari Makasar dengan menempuh 3 hari perjalan dan bukan dari tempat penangkar benih.

Benih yang khusus nanti di bagi ke 40  kelompok tani di dua kecamatan ini merupakan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Minahasa lewat permohonan yang di ajukan berdasarkan Proposal,  namun sangat di sayangkan semuanya hanya menjadi mubasir dan otomatis di dalamnya telah merugikan Negara dengan perkiraan mencapai angka 2 Miliar Rupiah.

Salah satu Ketua Kelompok Tani, Bery Muaya,  mengatakan pihaknya tidak akan menerima akan bantuan Pemerintah  Kabupaten, walaupun di berikan secara cuma-cuma apalagi setelah ditelusuri Benih tersebut bukan dari penangkaran Benih yang Kualitasnya sudah teruji.

“Benih Bawang Merah ini rusak karena masih mentah atau baru di panen kemudian dimasukan kedalam karung sehingga kadar air di dalam bawang itulah yang membuatnya menjadi busuk, terlebih pula bawang merah ini bukan berasal dari Penangkaran Benih, karena Benih yang legal tersebut mempunyai lebelnya serta ada sertifikat Balai Benih, dan kualitaspun bisa bertahan sampai dua bulan,” ujar Bery.

Dengan melihat akan benih yang busuk ini ketua BP3K langsung melaporkan kepada Dinas Pertanian dan peternakan Kabupaten Minahasa dan tak lama berselang Kepala Dinas Refly Mambu datang serta menyaksikan sendiri akan keberadaan benih busuk ini yang langsung menganjurkan agar barang tersebut di buang.

Dari keterangan   ketua BP3K Kecamatan Tompaso Herdy Laluyan, mengatakan bahwa benih tersebut benar dari Dinas Pertanian dan Peternakan namun di kelola dan di Tenderkan Pengadaanya lewat Pihak Ke tiga yang tidak di ketahui BP3K dan Dinas sendiri.

“Kami sepakat tidak menerima bantuan benih ini, karena barangnya busuk (rusak),” pungkasnya.

Sementara Pihak Dinas Sendiri lewat Kabid Holtikultura kabupaten Minahasa Elke Rambing, tidak dapat di mintai keterangan begitupun dengan Kepala Dinasnya.

Pihak Kepolisian, lewat AKP Mardy Tumanduk, mengatakan pihaknya akan menindak lanjuti akan masalah ini, serta menelusuri dalang dari pengadaan Benih Bawang Merah tersebut (noldy)

(Visited 362 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *