Benteng Moraya

Benteng Moraya Tondano, Minahasa. Bangunan Menara yang berlokasi di bekas Pemukiman Tua Anak Suku Tondano atau dalam bahasa daerah di namakan Minawanua, sebelah Utara Pinggiran Danau Tondano, didirikan sebagai peringatan akan kisah heroik Suku Minahasa dalam Perang melawan Belanda. Dari berbagi penelitian dan catatan sejarah, Pemukiman Minawanua sudah ada sejak abad ke-IX Masehi. Benteng dan Pemukiman Tua ini dihancurkan dalam Perang Akbar antara Minahasa dan Pasukan Belanda pada Bulan Agustus 1809. Minawanua ditinggalkan oleh penduduk yang selamat dalam Perang besar itu, terpencar dan mengungsi ke Hutan-hutan. Setahun kemudian, Letnan Inggris Thomas Nelson berhasil mengumpulkan warga yang selamat tersebut di bawah Kepala bernama Jakob Supit (Van Tanawangko) pada tahun 1810, dan memulai pembangunan Kota Tondano, yang sekarang berlokasi di sebelah Utara dari Minawanua.
Benteng Moraya Tondano, Minahasa. Bangunan Menara yang berlokasi di bekas Pemukiman Tua Anak Suku Tondano atau dalam bahasa daerah dinamakan Minawanua, sebelah Utara Pinggiran Danau Tondano, didirikan sebagai peringatan akan kisah heroik Suku Minahasa dalam Perang melawan Belanda. Dari berbagai penelitian dan catatan sejarah, Pemukiman Minawanua sudah ada sejak abad ke- 9 Masehi. Benteng dan Pemukiman Tua ini dihancurkan dalam Perang Akbar antara Minahasa dan Pasukan Belanda pada Bulan Agustus 1809.

Minawanua ditinggalkan oleh penduduk yang selamat dalam Perang besar itu, terpencar dan mengungsi ke Hutan-hutan. Setahun kemudian, Letnan Inggris Thomas Nelson berhasil mengumpulkan warga yang selamat tersebut di bawah Kepala bernama Jakob Supit (Van Tanawangko) pada tahun 1810, dan memulai pembangunan Kota Tondano, yang sekarang berlokasi di sebelah Utara dari Minawanua.

PERANG TONDANO (1809): Kisah Heroik Orang Minahasa Melawan Pasukan Belanda

(Visited 5.046 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *