FGD Penelitian Peran Rohaniawan Asing Terhadap Perkembangan Kehidupan Keagamaan di Sulut

Sulutpos.com, Manado – Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Kehidupan Keagamaan, Badan Litbang dan Diklat, Kementerian Agama RI, melaksanaan Penelitian terkait dengan keberadaan Rohaniawan Asing di Indonesia, Khususnya di Sulawesi Utara.

Menurut Badan Litbang dan Diklat, Kementerian Agama RI, I Nyoman Suwardika, SE, kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 30 Maret lalu, dimaksudkan  untuk mengetahui: 1) motivasi rohaniwan asing Kristen datang ke Sulawesi Utara 2) peran rohaniawan asing dalam lembaga keagamaan selama berada di Sulawesi Utara. 3) regulasi yang dibutuhkan untuk rohaniwan asing guna memelihara kerukunan umat beragama.

“Pelaksanaan penelitian tersebut diakhiri dengan FGD (Focus Group Discussion) dengan Narasumber terkait, pelaksanaan FGD tersebut di laksanakan dan di fasilitasi oleh Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Utara (Sulut),” tutur Suwardika, pada Senin, (4/4).

Berikut beberapa hal materi dari Focus Group Dissosiun dan Temuan Lapangan

  • Yayasan Misi Masyarakat di Pedalaman (YMMP) Perwakilan Sulawesi Utara

(Pdt. Christianus Lahu, S.Th)

Kebutuhan misi melalui pribadi misionaris asing masing-masing berdasarkan panggilan Tuhan, ada lembaga sponsor dari negara asal yang disebut New Tribes Mission (NTM) tapi untuk semua urusan tanggungjawabnya pribadi misionaris asing karena panggilan Tuhan. Mereka bekerjasama memulai satu Yayasan Misi Masyarakat di Pedalaman (YMMP). Mereka tinggal di sana bukan hanya menolong dari segi ekonomi, menolong pengetahuan, terjemahan firman Allah, serta terjemahan pelajaran kesehatan. Semua berjalan berbarengan, setelah beberapa tahun dia kenal dan tahu firman Allah, dia tahu tentang kebersihan, pendidikan umum, bermasyarakat, tidak lagi malu karena sudah bisa membaca.

Simon Michael Craig (Newzealand)

Motivasi rohaniawan asing Kristen untuk misi masyarakat pedalaman adalah pelayanan diri sendiri bukan kehendak lembaga sponsor yayasan NTM, orang yang tidak punya keyakinan tentu yayasan NTM tidak terima, setiap orang bertanggungjawab untuk cari sponsor sendiri.

Rohaniawan asing Kristen datang ke Indonesia tidak untuk mencari sesuatu tapi untuk membantu dan tidak perlu dihargai atau dihormati bahwa mereka datang tidak untuk merugikan Indonesia, datang untuk menguntungkan bangsa Indonesia dan banyak kesaksian, mereka bisa mengatur perubahan besar yang terjadi di suku-suku mereka, walaupun budaya dan bahasa masih terlestari, perubahan hidup yang terjadi membawa kesejahteraan di sana.

Regulasi di Indonesia terkait Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA)  tidak terlalu mempersulit, tapi RPTKA yang harus diperbaharui setiap tahun itu membuat mereka semua stress, dan biasanya itu proses cukup panjang

Sang He Kim__Gereja Masehi Protestan Umum (GMPU)

Motivasi yang kuat sebenarnya pada waktu itu menetukan jalan ini ada pergumulan besar, tidak gampang berhenti semua visi misi yang lain sudah diberikan kepada teman dan saudara, yang pertama ketakutan kalau berhenti semua pekerjaan bagaimana hidupnya.

Prinsip pertama pelayanan itu bukan hanya satu arah, kita harus saling belajar dan saling melayani. Prinsip kedua, gereja Korea Selatan sekarang menghadapi halangan layanan yang sangat besar, jumlah orang Kristen sudah menurun karena ada masalah bagi pemimpin-pemimpin gereja, sudah ada korupsi, ada kejatuhan para pemimpinnya, juga ide-ide dari dunia materi itu sudah masuk ke dalam agama.

Pada waktu memutuskan ikut panggilan Tuhan, ada pergumulan sangat besar, sangat khawatir dan tidak setuju panggilan Tuhan, perasaan saya waktu di Filipina hampir mau bunuh diri, tidak suka membuang segalanya yang punya. Alasan pilihan pelayanan GMPU Manado sebenarnya hampir selesai kuliah, berpikir cari gereja yang harus dilayani, kemudian dosen seorang Pdt. Anance Maskome (Suku Sangihe) di gereja GMPU.

Regulasi keberagamaan yang ada sangat menghormati undang-undang atau peraturan yang ada di Indonesia, karena itu bukan hanya dari sisi satu saja mungkin ada panduan dari antara agama-agama, juga pasti ada pengalaman sendiri dari negara Indonesia dan masyarakatnya. Pemerintah Indonesia sudah mencari jalan yang paling bagus dan benar, bila ada masalah mungkin itu bisa dikoreksi lagi, saat ini mungkin itu paling benar, jika ada lebih benar kita bisa pilih lagi setelah diperbaiki.

Pdt. Jeffrey Martin Gayhart__Kerapatan Gereja Baptis Indonesia (KGBI)

Tinggal di Indonesia merasa suka karena ada kebudayaan di sini, orang-orangnya ramah, ada bagian-bagian dari kebudayaan yang disuka sekali, pada waktu sekolah bahasa di Bandung belajar kebudayaan Indonesia, ada banyak kebudayaan di sini karena banyak suku.

Di Indonesia yang beragam suku, agama dan lainnya, biasanya itu bagus sekali karena ada menghormati diantara agama dan ada menghargai juga. Ada regulasi pemerintah Indonesia tidak boleh menikah beda agama, ada adat istiadat adalah pada waktu membaca Firman Tuhan Rasul Paulus (Sekuritus; 8 – 10) berkata hampir sama bahwa orang Kristen tidak boleh menikah orang yang belum Kristen, dia pikir itu bagus karena sebelum pemerintah Indonesia mengatur itu dari Rasul Paulus 2000 tahun yang lalu sudah ada. Begitu lebih baik juga dia harus mengikuti perintah Tuhan dari Al-kitab.

Kehadiran Pdt. Jeffrey di KGBI ada dua manfaat ketika hadir atau berkhotbah di gereja itu; pertama, waktu hadir ibadah atau berkhutbah, dia mau pendeta di gereja itu untuk merasa lebih kuat dan lebih berani untuk hidup sebagai seorang pendeta di depan jemaat.

Kedua karena menerima pendidikan dari Amerika sekolah bagus sekali, mungkin dia bisa memberikan, membagikan pendidikan dengan jemaat dan pendeta gereja supaya mereka akan mengerti Firman Tuhan lebih baik, lebih dalam, lebih lengkap, dia percaya Tuhan Yesus berkata dari injil Yohanes (pasal 14: 6) “Akulah jalan, Akulah kebenaran, Akulah hidup seperti itu”.

Pdt. Dr. Seperry Torak. Kehadiran pembina rohaniawan asing Kristen bagi gereja kami sangat menolong, karena dari sisi pengalaman di luar negeri baik pengalaman pendidikan dan pengalaman hidup di sana dan dia bisa datang ke tempat ini untuk memberi motivasi harus diakui bahwa kekristenan lebih dahulu, walaupun dari segi budaya, bahasa dan dinamika berbeda. Berkenaan kehadiran beliau saya pikir menolong kami dari sisi seperti tadi pencerahan bagi jemaat-jemaat dan pendeta walaupun harus diakui ada keterbatasan dari bahasa tapi saya pikir proses waktu yang akan membentuk dan pada akhirnya apa yang diharapkan yang disampaikan bisa nyambung dengan penerima.

DAFTAR INFORMAN/Narasumber

  1. Christianus Lahu, S.ThPusdim Yayasan Misi Masyarakat di Pedalaman (YMMP) Perwakilan Sulawesi Utara
  2. Simon Michael Craig (Newzeland) — Pembina rohaniawan Pusdim YMMP
  3. Schuster Samuel Markus (Jerman) — Pembina rohaniawan Pusdim YMMP
  4. Zachary Prieb (Amerika Serikat) — Pembina rohaniawan Pusdim YMMP
  5. Yong Chan Kim (Korea Selatan) — Pembina rohaniawan Pusdim YMMP
  6. Julie Arnold (Canada ) — Pembina rohaniawan Pusdim YMMP
  7. Sang He Kim (Korea Selatan) — Gereja Masehi Protestan Umum (GMPU) Manado
  8. Agustinus — Gereja Masehi Protestan Umum (GMPU) Manado
  9. Jeffrey Martin Gayhart (Amerika Serikat) — Kerapatan Gereja Baptis Indonesia (KGBI)
  10. Dr. Seperry Torak — Ketua Umum Sinode KGBI
  11. Allen — Kerapatan Gereja Baptis Indonesia (KGBI)
  12. H. Suleman, M. Pd — Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Utara
  13. Abdul Wahab Abdul Gafur – Ketua Majelis Ulama Indonesia Provinsi Sulawesi Utara
  14. Joudy — Tempora Kantor Imigrasi Manado
  15. Adi Rosiadi — Kantor Imigrasi Manado

Berikut peserta FGD tersebut adalah :

1. KH. Abd.Wahab Abd. Gafur (Ketua MUI Prov.Sulut)
2. Simon Michael Craig Pyatt asal New Zealand (Y.M.M.P)
3. Jeffrey Martin Gayhart asal USA (K.G.B.I)
4. Yong Chan Kim asal Koera Selatan (Y.M.M.P)

5. Kim Sang Hee Asal Koera Selatan (G.M.P.U)
6. Pdt.Christianus Lahu, S.Th (Y.M.M.P)
7. James Daniel Lahu (Y.M.M.P)
8. Pdt.Dr.Drs.Sperry V Terok, M.Th (K.G.B.I)
9. Crees Y Allen Polii (K.G.B.I)
10.Dr. Anggreani Paat,M.Th (Kanwil Kementerian Agama Prov.Sulut)
11.Olty R Paila, S.Th (Kanwil Kementerian Agama Prov.Sulut)
12.Pdt.Sonia Tampanguma (Kanwil Kementerian Agama Prov.Sulut)

13. Drs. H. Ahsanul Khalikin, MA (Badan Litbang dan Diklat, Kementerian Agama RI)

14. I Nyoman Suwardika, SE (Badan Litbang dan Diklat, Kementerian Agama RI)

Informasi dan Data : Ahsanul Khalikin & I Nyoman Suwardika (Peneliti Madya pada Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama Republik Indonesia). [Frangky Mantiri]
(Visited 743 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *