16 Bulan Tak Terima Tunjangan, Guru Non Sertifikasi Minsel Ancam Mogok Mengajar

Sulutpos.com,Amurang – Buntut belum dibayarkannya tunjangan selama 16 bulan, guru non sertifikasi di Minahasa Selatan (Minsel) mengancam untuk mogok mengajar, bahkan tidak akan melibatkan diri dalam pelaksanaan Ujian Nasional (UN).

Adrianus Daud salah satu guru non sertifikasi menyesalkan pihak Pemkab Minsel dalam hal ini Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) yang dinilai kurang peduli dengan nasib para guru non sertifikasi. Karena menurut informasi yang diperolehnya, justru pihak Dinas Dikpora tidak melaporkan atau mengusulkan tunjangan non sertifikasi mereka ke pusat. Dan herannya lagi, masalah ini hanya terjadi di Minahasa Selatan.

Dengan penuh kekesalan, Daud mengatakan dirinya beserta beberapa guru non sertifikasi lainnya akan melakukan aksi demo bahkan akan mogok mengajar.

Daud menyesalkan, karena selama ini mereka telah melakukan kewajiban sebagai guru, namun hak mereka menerima tunjangan tidak diperjuangkan pihak Dinas Dikpora. Diperhadapkan dengan Ujian Nasional, Daud menyatakan bahwa tidak akan melibatkan diri untuk menjadi pengawas.

“Saya tidak peduli akan dimutasi, karena ini menyangkut hak dari guru,” kata Daud kesal.

Daud menambahkan, bahwa mungkin guru non sertifikasi dianggap remeh, namun dalam kenyataan justru para guru non sertifikasi yang lebih disiplin dalam kehadiran disekolah disbanding para guru sertifikasi yang baru saja menerima tunjangan.

Setidaknya ada 600 guru non sertifikasi yang belum mendapatkan tunjangan di Minsel. Diketahui tunjangan guru non sertifikasi per bulan sebesar 250 ribu rupiah. (Andre Dotz)

(Visited 312 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *