Gelar Kuliah Terbuka Dampak Narkoba di UNIMA, Budi Waseso : Pengedaran Narkoba bukan saja dilakukan oleh kalangan Masyarakat Biasa, Oknum Aparat Pemerintah juga Sering Ditemui Ikut Dalam Jaringan Pengedar

Sulutpos.com, Tondano – Universitas Negeri Manado ( Unima ) pada Senin (02/05), di hadiahi Kuliah Umum terkait dampak Narkoba, oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) melalui Kepala Badan Komjen Pol Budi Waseso, yang bertempat di Auditorium UNIMA

Kedatangan Orang Nomor satu di BNN Ke Kampus Unima ini di sambut oleh ratusan mahasiswa, yang siap menjadi motor pengerak Pemberantasan Narkotika di kalangan Universitas.

Dengan  Bertemakan “Unima menuju kampus bebas Narkoba”  Kepala BNN, Komjen Pol Drs Budi Waseso, didampingi Rektor Unima Prof Dr Philotheus E.A Tuerah MSi DEA, Kapolda Sulut Brigjen Pol Wilmar Marpaung SH, Bupati Minahasa Drs Jantje Wowiling Sajow MSi, para Pembantu Rektor, Para Dekan dan petinggi Universitas lainya.

Dalam materinya Sang Jendral  mengatakan bahwa populasi pengguna Narkoba ditanah air masuki peringkat 4 terbanyak di dunia, dengan angka 243.740.000 pengguna. Dan dinyatakan sebagai Negara tergolong darurat narkoba.

Dikatakanya, pengedaran Narkoba bukan saja dilakukan oleh kalangan Masyarakat biasa, melainkan Oknum Aparat Pemerintah yang seringkali ditemui ikut dalam jaringan pengedar Narkoba.

“Jaringan Narkoba bisa  masuk ke TNI, POLRI, BNN, dan bahkan kondisi geografis Indonesia memiliki andil sehingga Narkotika dapat masuk dari negara lain, mafia narkoba mempunyai finansial yang cukup dalam membuka jaringan, sehingga oknum Polisi, BNN, dan TNI  bahkan ikut dalam pengedaran narkoba,” ungkap Waseso

Dampak dan akibat dengan adanya pengedaran narkoba setiap hari, lanjutnya, ada 40 sampai 50 orang pengguna Narkoba, sehingga ketergantungan barang haram saat ini sudah mencapai 3 juta orang di dunia, yang akibatnya menimbulkan kerusakan saraf otak permanen bagi pengguna. Para pengguna tidak dapat disembuhkan dan tidak dapat dikembalikan seperti sebelum menggunakan narkoba.

“Perlu diwaspadai adalah pengedaran yang merajalela dan terjadi suplai besar-besaran dengan target para remaja, oleh karena itu saya ajak adik-adik mahasiswa agar ikut mengawasi dengan visi misi ikut memerangi narkoba mulai dari wilayah lingkungan masing-masing, dan Negara Republik Indonesia telah mengaturnya lewat UU no 35 tahun 2009 tentang narkotika, maka peran perguruan tinggi adalah pengawasan kampus mari satukan visi misi dan rapatkan barisan, dan kita perangi narkoba,” tutupnya.

Pemerintah Kabupaten Minahasa yakni Bupati Minahasa Drs Jantje Wowiling Sajow MSi, dalam setiap kesempatanpun selalu mengingatkan khususnya generasi muda Minahasa, untuk dapat menjauhi, menghindari dan lawan akan keberadaan Narkoba, karena tanpa Narkoba masa depan pasti baik. (Noldy)

(Visited 1.195 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *