Tomohon Penghasil Listrik, Tapi Sering Mati Lampu

Sulutpos.com, Tomohon – Memiriskan adalah kata yang patut dialamatkan kepada Perusahan Listrik Negara alias PLN, yang sering diplesetkan ‘Perusahaan Lilin Negara’, karena sering melakukan pemadaman seenaknya tanpa memberikan informasi kepada masyarakat sebagai konsumen. Jangan heran masyarakat mengatakan hal-hal yang tidak mengenakkan kepada PLN begitu juga dengan kata selamat datang di ‘Kota Gelap Gulita’.

Kasubag Humas Pemkot Tomohon, Djufry Rorong S.Sos
Kasubag Humas Pemkot Tomohon, Djufry Rorong S.Sos

Hal ini dialami pelanggan listrik sejak beberapa hari terakhir seperti hari kemarin 25 Mei 2016 dimana listriknya sering mati hidup secara berulang-ulang sehingga menimbulkan banyak kekesalan para pelanggan listrik yang ada di Kota Tomohon dan dan seluruh Sulawesi Utara bahkan Provinsi Gorontalo. Pemadaman listrik kembali terjadi pada hari Kamis (26/5) disaat jam kerja dan sebagian pelanggan sangat membutuhkan pasokan listrik untuk beraktivitas.

Pemadaman tanpa pengumuman atau pemberitahuan kepada masyarakat sebagai pelanggan sangat membuat masyarakat kecewa dan merasa tak dihargai. Kekecewaan tentu banyak di sampaikan pelanggan, hal ini sangat beralasan karena alat-alat elektronik seperti televisi, kulkas dan yang lainnya rentan terhadap kerusakan akibat tak normalnya pasokan listrik.

Hal ini wajib di ketahui Perusahan Listrik Negara, agar dapat terus berbenah dalam memberikan pelayanan optimal kepada pelanggan.

Sebagai daerah penghasil listrik melalui PT PLN (Persero) memiliki 4 unit pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) di Provinsi Sulawesi Utara. PLTP ini berada di Kelurahan Tondangow Kecamatan Tomohon, Kecamatan Tomohon Selatan. Masing-masing PLTP memiliki kapasitas 20 MW, sehingga total 4 PLTP itu berkapasitas 80 MW.

Adapun PLTP Lahendong unit 1 mulai dibangun pada 1996, namun proses pembangunan sempat terhenti selama 4 tahun karena krisis moneter. Pembangunan dimulai kembali pada tahun 2000, dan selanjutnya beroperasi di 2001. Kemudian, PLTP Lahendong unit 2 beroperasi pada 2007, PLTP Lahendong unit 3 beroperasi 2009, dan PLTP Lahendong unit 3 beroperasi di 2011.

“Rata-rata lama pembangunan kurang lebih 2 tahun,” ujar Supervisor Pembangkitan Kantor Wilayah PT PLN Suluttenggo (Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo), Djoni Johanes Kalalo, Rabu petang (25/5/2016).

Djoni menjelaskan, turbin dan generator di PLTP Lahendong unit 1 dibuat oleh Alstom, perusahaan listrik asal Prancis.  Sedangkan turbin dan generator PLTP Lahendong 2-4 dibuat oleh Fuji Electric, Jepang. Pasokan gas untuk PLTP unit 1-4 bersumber dari sumur panas bumi milik PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) di Lahendong.

“PLN membeli uap panas bumi dari PGE seharga US$ 6,2 sen per kwh,” tambah Djoni.

Dari total kebutuhan 340 MW saat beban puncak untuk jaringan listrik Sulawesi Utara dan Gorontalo, PLTP Lahendong unit 1-4 menyumbang 80 MW. Sisanya dipasok dari beberapa pembangkit listrik lainnya, seperti Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD), dan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).

Selain PLTP Lahendong unit 1-4 milik PLN, saat ini sedang dibangun PLTP Lahendong unit 5 dan 6 oleh PGE. Jarak sekitar 15 km dari lokasi PLTP Lahedong 1 dan 2.

“PLTP Lahendong unit 5 dan 6 yang bangun Pertamina, PLTP Lahendong 1-4 murni PLN,” tutur Djoni.

Ingat janji-janji manajemen PLN kepada Gubernur Sulut Olly Dondokambey dan pada waktu lalu saat Penjabat Gubernur Sumarsono mengatakan dengan perhitungan waktu,  paling lambat sampai lima tahun ke depan Sulawesi Utara tidak akan ada pemadaman, “ Kalau ada pemadaman mundur GM nya,” tutup Sumarsono kala itu.

“Sebagai daerah penghasil listrik maka masyarakat dan Pemerintah Kota Tomohon berhak atas kesulungan sebagai daerah pemasok listrik bagi sebagian wilayah di Sulawesi Utara. Sudah sepantasnya Kota Tomohon bebas dari pemadaman bergilir, dan ketika akan ada pemadaman, hendaknya PLN menginformasikan kepada masyarakat sebagai pelanggan sehingga pelanggan mengerti dan menyiapkan apa yang dibutuhkan, serta mengamankan alat-alat yang menggunakan pasokan listrik,” kata Kasubag Humas Djufry Rorong S Sos.[Glenn Kapele]

Press Release Humas Kota Tomohon

(Visited 512 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Contact us
1
Hello
Ada yang bisa kami bantu?