Bantuan Tak Kena Sasaran, Warga Miskin Di Minahasa Perlu Ada Perhatian

Sulutpos.com, Tondano – Masih banyaknya warga minahasa yang hidup di bawah garis kemiskinan memang harus menjadi perhatian dan kerja keras  dari Pemerintah baik yang ada di Daerah maupun Pemerintah Pusat, terlebihpun saat pengucuran Dana bantuan Miskin yang pada kenyataanya belum tepat sasaranya.

Hal tersebut bisa terlihat  dari masih banyaknya warga Minahasa khususya  lanjut Usia ( Lansia) yang hidup menyendiri dan tidak punya keluarga  Seharusnya  sangat memerlukan bantuan tersebut.

Seperti halnya Oma Sin Poli (64), warga desa Kanonang jaga V kecamatan Kawangkoan ini sebenarnya dalam masa tua tinggal menikmati kebahagiaan dan kesenangan  namun karena keadaan yang sangat berkekurangan masih berusaha kerja demi kelangsungan Hidupnya.

Dari pantauan Wartawan Sulutpos.com, ketika berkunjung di rumahnya pada (29/05)  terlihat sanggat memprihatinkan, hidup dalam sebuah gubuk tua yang kecil, dan tinggal sendirian, dan dalam keseharianya tinggal menantikan  jika ada warga setempat mau menawarkan pekerjaan , di antaranya mencari sisa jagung yang baru selesai di panen, ataupun mejaga padi di sawah orang, namun kalau tidak ada terkadang hari-hari hidupnya hanya mengandalkan bantuan dari warga setempat yang berkerelaan membantunya.

“ Pekerjaan saya tidak tetap, kadang  menjaga padi di sawah orang, atau mencari jagung sisa hasil panen warga, namun jika tidak ada tinggal masyarakat yang membantu akan kebutuhan keseharian ” ujar oma Tin.

Sementara pemeritah setempat melalui Hukum Tua Jenli Kasenda menyesalkan akan Data bantuan yang di keluarkan Pemerintah pusat karena  dalam pandanganya banyak tidak tepat sasaran, “Saya binggug data bantuan Miskin ini di ambil dari mana, kenapa banyak yang tidak tepat sasaranya, seperti halnya oma Sin ini, sudah berapa kali di usulkan namun kenyataan saat datang bantuan ketika di cek namanya tidak ada, sampai kadang kala saya menjadi jenuh, untung masih ada perhatian dari sejumlah warga yang mau membantu, bahkan untuk tempat tinggal di kerjakan secara Gotong royong, dan untuk lahan tempat di dirikan gubukpun ada warga yang memijamkan,” kata Kasenda.

Lebih lanjut di katakan, Kiranya pemerintah akan bisa lebih jeli lagi melihat warga yang memang pantas mendapatkan batuan tersebut sehingga akan mengena langsung ke warga Miskin.” Yang lebih tau akan warga setempat kan adalah Hukum Tua, ya kalau bisa data melalui mereka,” Terangnya.

Hidup Oma Sin Ini merupakan salah satu di puluhan bahkan ratusan  warga miskin yang ada di Minahasa, ternyata harus menjadi kerja keras bahkan perhatian dari Pemimpin baik dari Pusat Sampai ke Daerah ini. Walaupun di akui keterbatasan anggaran yang di peruntukan guna masyarakat ini.(Noldy)

(Visited 149 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *