Hasil Muskab Ke – XIII Hantar Theo Umbas Pimpin KNPI Minahasa Periode 2016 – 2019

Sulutpos.com, Tondano – Suksesnya Musyawara Kabupaten (Muskab) Ke XIII Komite Nasional Pemuda Indonesia ( KNPI) Minahasa yang di laksanana di Pa’Dior Pinabetenga Tompaso, pada Sabtu (11/06) yang di mana membawa Theo Umbasa sebagai Ketua terpilih periode 2016 – 2019 mendatang.

Sidang Musyawara yang di pimpin Ketua Majelis Pemuda Indonesia (MPI) Bung Arick Mingkit, dan  di dampingi Pengurus Lainya, ini berjalan sesuai amandemen dan Anggan Dasar dan Anggaran Rumatangga ( AD/ART)  bahkanpun sesuai Peraturan Organisasi OP Institusi KNPI, serta di hadiri Ketua KNPI Minahasa Periode 2013-2016 Jemmy Ringkuangan Ap,Msi, dan 133 peserta yang terdiri dari 105 OKP dan PK, serta DPD I MPI dan KNPI Minahasa namun tidak dihadiri DPD I KNPI.

Dalam sambutan Ketua Jemmy mengatakan kegiatan Akbar Pemuda yang di gelar ini mau mengajak akan pemuda Minahasa untuk bisa menginggat akan sejarah dari mana asalnya juga tujuan di bangunya akan  Wadah berkumpul ini  bahkanpun tanggung jawabnya ke depan.

“ Kami berharap elemen pemuda bersatu, dan dukungan Pemerintah juga pihak Keamanan akan bisa menopang serta merangkul akan pemuda yang ada, ingat Kita ini adalah Mitra aktif Pemerintah yang di dalamnya mengandung dua elemen penting, yakni Mitra Kerja Juga Mitra Kritis Pemerintah, dan dalam acara Musda Kali ini Pihak KNPI Minahasa sudah mengundang semua yang berkompeten baik pemerintah, Pihak Keamanan, dan untuk Pleno Penetapan sudah ada, yang walaupun menjadi permasalahan mengenai proposal terkait tempat pelaksanaan Kegiatan, yang dulunya di rencakan di Hotel Toundano harus di ubah tempatnya di tompaso,  namun ini menginggat pihak KNPI sendiri kekurangan dari segi pendanaan apalagi harus menyewa  tempat yang tergolong mahal,” ujar Jemmy.

Lebih lanjut Ringkuangan memintah kepada Pengurus KNPI yang baru selepas Kepemimpinannya agar tidak akan menjauh dari Pemerintah, juga sebaliknya pemerintah kiranya akan menerima akan kehadiran KNPI di Minahasa.

“ Saya harap siapapun yang nantinya terpilih akan bisa membangun kerja sama dengan pemerintah Kabupaten Minahasa, begitupun kepada pemerintah yang ada, bisa menerima kehadiran dari KNPI di Minahasa karena kami adalah anak dan Pemerintah merupakan orang Tua,” ujarnya.

Sementara mengenai tudingan kurangnya koordinasi antara Pengurus KNPI dengan pemerintah selama masa kepengurusanya, Ringkuangan menepis dengan Keras,” Dari awal kami di lantik, sudah memintah audensi dengan Pemkab Minahasa tapi di Tolak, dan kami selalu menyampaikan surat untuk bisa berdialog namun tidak di tanggapi, namun kami bersyukur karena pemerintah Kabupaten Minahasa berhasil mendidik kami yang adalah anaknya untuk bisa hidup mandiri, dengan itu kami dapat melakukan kegiaatan yang besar selama masa jabatan kami dengan anggaran sendiri seperti kegiatan penanaman pohon bersama Kodim 1302 Minahasa di pesisir, ada juga kelompok tani pemuda yang dibiayai bantuan Pemprov, turut serta dalam upaya perdamaian saat terjadi konflik di Tataaran, dan masih banyak lagi yang kami sudah lakukan, namun segaja tidak diekspos,” ujarnya.

Kegiatan yang  dilanjutkan dengan penetapan peserta dan peninjau Muskab dan diperoleh 133 peserta yang berhak untuk memilih juga berdasarkan  dengan rapat penetapan calon, dan diketahui dari delapan calon yang mendaftar hanya tiga calon yang memasukkan berkas yaitu Nicky Sajow, Theo Umbas dan Nofry Kambey.

Saat di ferifikasi akan kehadiran ketiga calon yang lengkap berkas di dapati dua Calon yang menghadirkan diri yakni Theo Umbas, bersama Novry Kambey yang hadir.

Dan lebih lanjut sidang pemilihan itupun langsung digelar berdasarkan kesepakatan bersama yang dimana pemilihan dilakukan secara aklamasi dengan prosedur para perwakilan OKP, PK dan OKPI menyampaikan Pandangan umum sekaligus penyampaian Dukungan Calonya.

Dari hasil tersebut ke tiga perwakilan menerima hasil laporan Pertanggung jawaban dari pengurus KNPI Minahasa 2013-2016, serta mengusulkan dukungan sepenuhnya kepada Theo Umbas sebagai ketua KNPI Minahasa periode 2016-2019 mendatang.

Namun dalam rapat itu ada satu kelompok yang yang tidak menerima akan prosedur pemilihan secara aklamasi yakni Kelompok Cipayung yang mengiginkan dilakukan pemilihan secara perorangan dengan alasan tidak Demokrasi, tapi permintaan itu tidak di terima dikarenakan kurangya dukungan, hak tersebut membuat mereka memilih untuk walk out.

Sementata ketua terpilih berterima kasih atas semua dukungan dari OKP dan PK yang hadir sehingga musyawara ini  sukses.

“Pelaksanaan Muskab sudah sesuai ketentuan dan sesuai aturan, setelah ini kita akan laporkan semua pihak terkait terhadap DPD I, Pemkab Minahasa, pihak kepolisian,” ujar Umbas.

Mengenai program yang akan di lakukan ke depan pihaknya akan meneruskan akan hasil karya yang sudah baik.

“Itu jadi tolak ukur kami, setelah dilantik juga kami akan lakukan muscab dan banyak program pemberdayaan generasi muda secara ekonomi, peningkatan kesejahteraan yang juga jadi target Pemkab Minahasa dan kita akan bersinergi, “ujar umbas.

Sedangkan  Untuk pengurus yang baru akan di laporkan Ke DPD 1,” Kalau sudah rampung kita akan laporkan ke DPD 1 KNPI Sulut untuk dilakukan pelantikan,” kata Mingkid.

Hadir dalam kegiatan itu Danramil Tompaso, bersama Camat Tompaso barat.

(Visited 252 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *