Niat Daki Gunung Soputan Remaja Bitung Utara Diperkosa Warga Pinabetengan

Sulutpos.com, Tondano – Sungguh malang nasib yang di alami Bunga nama samaran (15), remaja asal Bungalow Kecamatan Kaodoodan Bitung Barat, menjadi korban perkosaan kala hendak melakukan pendakian di Gunung Soputan, pada Sabtu (25/06) sekitar pukul 16.30 wita.

Menurut Kapolsek Tompaso Iptu Tommy Oroh, Perbuatan tidak senonoh yang berawal dari pulangnya tersangka MLR (42) warga desa Pinabetengan Utara Kecamatan Tompaso Barat, ini dari kebun dan bertemu dengan Korban serta dua temannya di jalur Pata hati.

“Kejadianya itu di Jalur pata hati menuju puncak  gunung Soputan, di mana tersangka yang kala itu bertemu dengan korban dan dua temanya langsung mengancam dengan parang akan korban ini sembari menyuruh menanggalkan pakaian dalamnya dan berbaring di tanah, dengan keaadaan terpaksa korban menuruti perintah tersangka, kemudian tersangka langsung menjalankan niat busuknya itu dan memperkosa Korban dengan di saksikan kedua teman Korban” ujar Kapolsek.

Tidak puas hanya dengan satu korban, tersangka MLR inipun berusaha menangkap teman korban lainya namun beruntung kedua gadis Remaja ini melarikan diri, dan tersangka itu langsung meninggalkan mereka, akhirnya Korban dan teman temanya pergi mencari pertolongan.

Dengan berbekal  Keterangan dari Korban Perkosaan yang menerangkan Ciri – ciri pelaku, Anggota Polsek langsung bergerak dan menangkap tersangka MLR ini di rumahnya,  kemudian di gelandang ke Mapolsek Tompaso untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya.

Guna Penyelidikan, Korban dan dua temannya saat ini sementara dimintai keterangan, bahkan korban sudah divisum. Sementara tersangka juga sementara diperiksa, dan kasus ini akan dilimpahkan ke Mapolres Minahasa untuk tindakan selanjutnya.

“Rencananya akan dilimpahkan ke Polres Minahasa dari Polsek Tompaso, sebab tersangka dan barang bukti parang yang digunakan untuk mengancam sudah ditemukan, dan korban juga sudah ada, dan kami akan proses sesuai denga hukum yang berlaku,” jelas Iptu Edi Kusniadi Kasat Reskrim Polres Minahasa.

Dengan perlakuan tersebut, tersangka dapat di jerat degan pasal 76 dan 81 UU Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU Perlindungan anak di bawa umur dengan ancaman pidana paling lama 15 tahun penjara atau denda 5 miliar rupiah.(Ody)

(Visited 1.805 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *