Paruntu Siap Perjuangkan Modoinding Potato Festival Jadi Iven Nasional

Sulutpos.com, Amurang – Bupati Minahasa Selatan Christiany Eugenia Paruntu,SE siap memperjuangkan ajang Modoinding Potato Festival (MPF) menjadi salah satu iven nasional.

Bupati Minsel Christiany Euginia Paruntu,SE
Bupati Minsel Christiany Eugenia Paruntu,SE

Paruntu mengatakan, dirinya akan menghadiri dan menyaksikan langsung pelaksanaan iven tersebut pada Sabtu (30/7) besok. Jika memang iven tersebut sangat baik dan berpengaruh bagi masyarakat luas, maka selaku pemerintah akan mendukung kegiatan tersebut melalui pendanaan APBD bahkan diperjuangkan menjadi iven nasional.

“Ini suatu iven yang bagus sekali di Minahasa Selatan, saya akan perjuangkan ini menjadi iven nasional. Tentu kita akan mendukung, kalau memang acaranya sangat baik dan bermanfaat bagi masyarakat luas, tentu kita akan dukung dengan pendanaan melalui APBD. Besok saya akan tinjau langsung, dan kalau bagus kita akan masukkan dalam agenda tahunan kabupaten bahkan tingkat nasional. Kita juga mempunyai banyak sumber daya alam yang bisa dikembangkan selain kentang. Pengembangan potensi pariwisata harus ditingkatkan, dan itu target kami kedepan,” ujar Bupati berparas cantik ini.

Semarak "Modoinding Potato Festival" tahun 2015 lalu
Semarak “Modoinding Potato Festival” tahun 2015 lalu

Diketahui, MPF merupakan iven tahunan masyarakat Modoinding yang sudah ketiga kali ini dilaksanakan. Menurut Pdt Wailan Posumah salah satu penggagas kehiatan tersebut, bahwa pertama kali pelaaksanaan diambil tema dimana tema “Gereja Sahabat Petani”, ditahun kedua “Modoinding Membagi Berkat”, dan kali ini ditahun ketiga untuk menunjang pemerintah dalam kepariwisataan diusung tema “Marijo Pasiar di Modoinding”.

“Kegiatan ini merupakan bentuk penghargaan terhadap keberhasilan masyarakat dan jemaat sehingga Modoinding saat ini dikenal sebagai dapur holtikultura di Indonesia Timur. Festival ini juga dijadikan sebagai pesta adat Modoinding semacam ajang pengucapan syukur masyarakat yang ada,” jelas Pdt Posumah.

Menarik dalam iven tersebut yakni pawai atau parade kendaraan yang dihiasi komoditi holtikultura. Dimana usai kegiatan pawai, sejumlah bahan yang disajikan dalam kendaraan hias tersebut akan diberikan kepada pengunjung yang hadir menyaksikan. (Andre Dotz)

(Visited 2.903 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *