GMKI Kecam Aksi Teror Bom Terhadap Salah Satu Gereja di Medan

Sulutpos.com, Tarutung – Peristiwa teror bom terhadap salah satu gereja Katolik di Medan, Sumatera Utara, yang terjadi Minggu 28/8 pagi tadi, mengundang keprihatinan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), sebagaimana peristiwa tersebut terjadi bertepatan sedang berlangsungnya Kongres Nasional Ke-XXXV di Tarutung, Tapanuli Utara.

Mengakhiri masa jabatan, Pengurus Pusat GMKI periode 2014-2016 saat di demisioner
Mengakhiri masa jabatan, Pengurus Pusat GMKI periode 2014-2016 saat di demisioner

Dalam kongres tersebut, Pengurus Pusat hingga Badan Pengurus Cabang GMKI se tanah air Indonesia yang terdiri dari 90 cabang, menyatakan sikap mengecam aksi teror bom yang terjadi di salah satu gereja di Medan tersebut.

“GMKI di Kongres ke-XXXV ini merasa penting menyatakan sikap kepada seluruh warga negara indonesia atas kejadian yang terjadi di Medan pagi hari tadi, yaitu upaya pengeboman terhadap salah satu gereja katolik di kota medan di sumatera utara. Pada dasarnya kami menyesalkan kejadian teror bom ini, dan kami meminta aparat penegak hukum untuk melakukan pengusutan kasus tersebut hingga tuntas,” ujar Ketua Umum GMKI Ayub Pongrekun sesaat sebelum di demisioner.

Lebih lanjut mewakili seluruh pengurus dan anggota GMKI se tanah air Indonesia, Pongrekun mengajak segenap rakyat untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia dari upaya-upaya memecah belah persatuan dan kesatuan yang telah terjaga dengan baik selama ini.

“Peryataan ini sangat penting menunjukkan sikap bahwa kita mesti bersama-sama menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kami melihat ada upaya-upaya yang dilakukan dalam rangka proses dis-integrasi bangsa, yakni proses pemecah belah melalui provokasi disana-sini. Yang paling penting GMKI menyatakan dasar negara Indonesia adalah Pancasila, untuk itu GMKI tetap pada prinsipnya melawan semua ideologi yang bertentangan dengan ideologi Pancasila. Oleh karena itu pula, karena aksi teror tersebut bertepatan dengan momen Kongres ke-XXXV GMKI, maka merasa penting kami menyatakan sikap ini kepada seluruh rakyat indonesia bahwa kita semua harus sama-sama menjaga negara ini,” pungkas Pongrekun, sembari mengatakan bahwa aksi teror bom tersebut tidak mempengaruhi jalannya kongres.

Diketahui, pernyataan sikap tersebut disampaikan sesaat sebelum para Pengurus Pusat GMKI di demisioner mengakhiri masa bakti 2014-2016, dalam sidang dihari kelima Kongres Nasional Ke-XXXV, Minggu 28/8, yang dipusatkan Gedung Seminarium HKBP Sipoholon, Tarutung.

Dibagian lain salah satu peserta Hendra Tuju Sekretaris Cabang GMKI Tomohon mengatakan, dengan peristiwa tersebut, kiranya pengamanan dilokasi Kongres dapat di perketat.

“Atas peristiwa ini, kiranya pengamanan dilokasi kongres dapat lebih diperketat. Apalagi dalam menghadapi agenda pemilihan Pengurus Pusat yang baru periode 2016-2018 yang kemungkinan dilaksanakan Senin 29/8 besok,” ujar Tuju. (Andre Dotz)

(Visited 1.749 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *