Ada Pungli Di Kantor BPN, Satu Pegawai Ditetapkan Sebagai Tersangka

Sulutpos.com, Tondano – Pegawai BPN Minahasa harus pasrah mempertangung jawaban perbuatanya untuk di periksa langsung polres Minahasa saat kedapatan tangkap tangan oleh pihak polres Minahasa saat berusaha melakukan Pungutan Liar ( Pungli ) dalam pembuatan Akta Jual beli Tanah, di kantor BPN Minahasa, Senin (24/10) malam.

Penangkapan ML ini terjadi saat melayani warga berinisial JN ketika hendak mengambil sertifikat yang sudah dibalik namakan karena telah membeli tanah.

Saat hendak mengambil akta tersebut, JN mengeluarkan uang yang sudah diisi dalam amplop dan menyerahkannya kepada ML namun tanpa di sadari tersangka, anggota Polres Minahasa yang sudah mengikutinya dan saat itu juga melakukan tangkap tangan aksi ini.

Dari aksi tangkap tangan, keduanya baik ML dan JN dibawa ke Mapolres Minahasa untuk dimintai keterangan. JN sebagai saksi diperiksa
dalam pemeriksaan pertama, namun dirinya menjelaskan, sebenarnya sudah membeli tahan setahun lalu ia kemudian mengurus sertifikat balik nama melalui notaris namun dicek beberapa kali ke notaris terus bilang sementara dalam proses.

“Akhirnya saya langsung datang ke kantor BPN dan bertanya di situ serta diarahkan ke bapak ML, katanya kalau mau cepat sediakan uang Rp 800 ribu,” terangnya.
Ia mengaku sudah tiga kali balik bertanya, akhirnya ditawarkan seperti itu.“Bapak itu tanya, apakah saya sudah perlu sekali sertifikat tersebut, saya bilang iya, makanya dia (ML) tawarkan seperti itu,” tutur JN.

Dengan itupun dirinya kemudian berupaya untuk mencari uang membayar sesuai permintaan,”Saya hanya dapat Rp 400 ribu, saya masukan amplop, dan saat saya serahkan sudah ada komandan yang tangkap tangan, ” ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Minahasa AKBP Syamsubair SIK menjelaskan, bahwa masih diselidiki apakah itu suap atau pemerasan.

“Saat ini yang bersangkutan masih sementara diperiksa oleh Unit III Tipikor,” jelas dia.
ML menjelaskan, bahwa JR tersebut berkasnya sebenarnya masih menunggak dan sertifikat masih dalam proses.”Tadi saat tandatangan, bapak itu langsung serahkan amplop,” jelasnya.
Ia menambahkan, biasa jika ada yang minta bantu, namun untuk pembayaran terserah dari yang meminta bantuan.

Setelah menjalani pemeriksaan oleh Unit III Tipikor Satuan Reskrim Polres Minahasa, pada Senin (24/10) kemarin, akhirnya ML (53) warga Malendeng ditetapkan sebagai tersangka.

“Sudah ditetapkan sebagai tersangka, kasusnya yaitu pemerasan, sejauh ini dua korban yang sudah diperiksa yaitu JN dan TS, Kalau JN dimintai Rp 800 ribu dan TS dimintai uang Rp 750 ribu, jadi seputaran itu uang yang diminta tersangka, dan kami masih mau mintai keterangan dari beberapa orang lagi,” terang kasat.sambil mengatakan pihaknya akan terus mendalami kasus pembuatan akta tanah ini, dengan mendatangi kantor BPN Minahasa sambil mengumpulkan bukti yang lebih banyak lagi, dan terkait kasus ini barang bukti uang Rp 400 ribu dalam amplop kami tahan, namun tersangka tidak di tahan hanya wajib lapor” ujarnya .( Ody)

(Visited 529 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *