Tersangkut Kasus Penipuan, Mantan Dekab Minahasa Nginap di Jeruji Besi

Sulutpos.com, Tondano – VAT alias Vita (44), warga Kelurahan Sumalangka, Kecamatan Tondano Utara resmi ditahan Polres Minahasa pada Senin (24/10) sekitar pukul 16.00 Wita.

Penahanan tersangka yang merupakan mantan anggota Dekab Minahasa, menggantikan posisi Handry Gerungan di partai Barisan Nasional (Barnas) sebagai pergantian antar waktu (PAW) ini di lakukan polres minahasa berdasarkan  laporan  Natje Ruauw (70an) warga Desa Sinuaian, Kecamatan Remboken atas dugaan penipuan dalam aksi jual beli tanah yang bukan miliknya.

Menurut korban, kejadianya pada tahun 2013 lalu yang mana korban ditawari tersangka dengan penjualan tanah seluas 3.000 meter persegi, dan tanpa merasakan kecurigaan korbanpun membayarnya karena mengingat tersangka masih terikat sebagai keluarga dekat, dari percakapan tersebut korban menbayarnya dengan dana sebesar Rp 425 juta kepada tersangka dan di bayar secara bertahap.

“Jadi waktu itu saya setorkan padanya (tersangka) tidak semuanya, melainkan dibayarkan bertahap,” ujar natje.

Korbanpun menyayangkan niat tersangka yang begitu meyakinkan mau menunjukan lokasi tersebut yang ternyata bukan miliknya.

“Parahnya hingga Maret kemarin saya dipanggil memantau lokasi. Bahkan saya dan tersangka sempat memotret lokasi, dan tahu-tahunya sudah dijual pemilik. Padahal kami masih punya hubungan sudara, dia itu (tersangka) masih termasuk ponakan,” terangnya dalam nada kesal.

Dengan meminta pembuktianya, korbanpun sempat menyuruh tersangka untuk mengirim kwitansi, tapi tidak pernah diperlihatkan bukti fisiknya bahkan tersangka berdalih bahwa kwitansinya sudah hilang,

” kami meminta kwitansinya yang sempat kami lihat namun ketika di tanya kembali alasan dari tersangka kwitansi tersebut sudah hilang bahkan kami pun diminta  menambah uang 2 juta guna penyewaan anggota Intel untuk mencari kwitansi yang hilang, tapi tidak pernah ada kepastian,” tutur Natje.

Sementara David Ruauw yang adalah anak korbanpun menjelaskan, tersangka awalnya menawarkan tanah di Kelurahan Tonsaru, ternyata tanah itu sudah dijual ke orang lain oleh pemiliknya tiga tahun lalu, “Meski tersangka sudah tahu bahwa tanah itu sudah dijual, tapi tersangka masih saja menerima uang dari mama saya,” jelas David.

Sementara itu, Kapolres Minahasa AKBP Syamsubair SIK saat di konfermasi terkait penahanan vita ini membenarkanya.

“Akhir transaksi kedua belah pihak Desember 2015, yang mana tersangka menjual tanah kepada korban namun ternyata tanahnya tidak ada, sedangkan uang hasil jualan di gunakan untuk keperlakuan pribadi, dan atas perbuatanya tersangka  dijerat dengan pasal 372 dan 378,” kata Syamsubair.

Kanit I Jatanras Aipda Michael Pesik SH menambahkan, tersangka sudah ditahan di Mapolres Minahasa, sebelum ditahan tersangka sudah didampingi pengacara.
“Karena surat penahanan sudah ditandatangani pak kapolres, maka saya langsung menjalankan tugas dengan menahan tersangka,” Ujar pesik.

 

(Visited 810 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *