“NKRI Harga Mati” Petikan Bagian Ikrar Panji Josua GMIM

( Foto cover : sambutan ketua P/ KB Sinode GMIM Pnt Ir Stevanus BAN Liow di depan ribuan Panji Josua )

Sulutpos.com, Tondano – Menjaga Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, ( NKRI ) dari orang yang tidak bertanggung jawan, Pasukan Panji Josua bentukan Pria Kaum Bapa ( P/ KB ) Gereja Masehi Injili di Minahasa ( GMIM ) menentukan Sikapnya.

Pernyataan sikap ini tertuang dalam sebuah Ikrar bersama yang dikumandangkan dalam temu pelayanan Panji Josua di Gedung Wale Ne Tou Tondano, pada Sabtu (26/11), dengan dihadiri Bupati Minahasa Drs Jantje Wowiling Sajow MSi, Kapolda Sulut Brigjen Wilmar Marpaung SH, Kasiter KOREM 131 Santiago Kol Theo Kawatu, Kapolres Minahasa AKBP Syamsubair SIK, Letkol CZI Andy Kusumah S,Sos, Ketua DPRD Minahasa James Rawung SH, Ketua P/ KB Sinode GMIM Pnt Stevanus BAN Liow, Sekretaris P/ KB Sinode GMIM Herwyn Malonda SH, MPd, serta Komisi P/KB Sinode lainya.

Dalam Ikrar  yang menekankan sikapnya, Pasukan Coklat ini, tentang pentingnya menjaga keutuhan NKRI, dan menyatakan menolak segala bentuk radikalisme, tororisme dan intoleransi, dimana Pancasila menjadi sumber nilai Trilogi UUD Negara Republik Indonesia, 1945, sebagai aturan yang semestinya, dan didalamnya ada Bhineka Tunggal Ika sebagai perekat semua rakyat.

Inilah cuplikan sikap Panji Josua GMIM yang dibacakan panglima Brian Waleleng SH, dan diikuti ribuan Prajuritnya.

“Panji Josua GMIM menyatakan Sikap”

  1. Sebagai Gereja, terpanggil untuk memperkokoh jati diri, intregritas dan citranya ditengah kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa dan Bernegara.
  2. Empat Pilar kehidupan Berbangsa Bernegara, harus kita jaga, pahami, hayati dan laksanakan, dalam pranata kehidupan sehari hari, dimana Pancasila menjadi sumber nilai, trilogi UUD Negara Republik Indonesia 1945 sebagai aturan yang semestinya, NKRI adalah harga mati, dan Bhineka Tunggal Ika adalah perekat semua Rakyat
  3. Menolak segala bentuk organisasi masyarakat, radikal dan intoleransi.
  4. Meminta aparat penegak hukum untuk profesional dalam menjalankan tugas, dan tidak tunduk pada tekanan pada kelompok – kelompok tertentu maupun interfensi politik.
  5. Meminta seluruh elemen masyarakat untuk menghadirkan rasa aman, nyaman bagi warga Gereja dalam menyongsong dalam merayakan Natal Yesus Kristus dan menyambut Tahun Baru 2017, “( Ody).
(Visited 302 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *