Penyuluhan Peningkatan Disiplin Pedagang Kaki Lima dan Asongan Pemerintah Kota Tomohon

Foto Cover : Ilustrasi


Sulutpos.com, Tomohon – Usaha mikro merupakan salah satu pilar utama ekonomi nasional yang harus memperoleh kesempatan utama, dukungan, perlindungan, dan pengembangan seluas-luasnya sebagai wujud keberpihakan yang tegas kepada kelompok usaha ekonomi rakyat.

Tentunya tanpa mengabaikan usaha ekonomi kecil maka dari itu Pemerintah Kota Tomohon melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan mengadakan Penyuluhan Peningkatan Disiplin Pedagang Kaki Lima dan Asongan bertempat di Rogs Cafe, Kelurahan Kolongan, Tomohon, Selasa (22/11).

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Tomohon, Ruddy Lengkong SSTP, saat membacakan laporan kegiatan menyampaikan maksud dan tujuan pelaksanaan penyuluhan yaitu untuk sarana melatih para pelaku usaha ekonomi mikro termasuk PKL, “Juga sebagai Sarana penggerak dan daya saing ekonomi serta penciptaan kemakmuran rakyat, pemberdayaan ekonomi kerakyatan, dan perlidungan pada konsumen,” kata Lengkong.

Walikota Tomohon, Jimmy F Eman SE Ak, yang diwakili oleh Asisten Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kota Tomohon, Ir Harold V Lolowang MSc, mengatakan sesuai dengan undang-undang nomor 20 tahun 2008 tentang UMKM, dalam rangka menumbuhkan iklim usaha bagi usaha mikro kecil dan menengah.

“Pemerintah daerah menetapkan peraturan perundang-undangan dan kebijakan meliputi aspek sarana, prasarana, informasi usaha, kemitraan, perizinan usaha, kesempatan usaha, promosi dagang, dan dukungan kelembagaan lainnya,” ujar Lolowang.

Dari segi perdagangan, Kementerian Perdagangan, lanjut Lolowang,  dalam hal ini Dinas Perindustrian dan Perdangan akan mengambil peran untuk melakukan fasilitasi sarana usaha produktif, bimbingan teknis dan pelatihan kewirausahaan kepada usaha mikro, penyuluhan serta memberikan bantuan peralatan.

Dikatakan Lolowang, sebagai wujud komitmen, maka pemerintah Kota Tomohon terus berupaya untuk merangsang pertumbuhan usaha ekonomi masyarakat, melalui penyuluhan serta pemberian bantuan modal usaha seperti  yang akan dilaksanakan saat ini. Dan program ini menjadi program prioritas pemerintah untuk memberikan bantuan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat secara berkelanjutan, demi terciptanya percepatan peningkatan kesejahteraan masyarakat, menuju UMKM yang mandiri.

“Harapan kami, bantuan yang diserahkan saat ini dapat memanfaatkan sebaik-baiknya oleh saudara-saudara sehingga pembahasan pendapatan keluarga dapat meningkat, dan secara umum meningkatkan pendapatan masyarakat Kota Tomohon,” tutup Lolowang.

Sementara itu, Kepala Bidang Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan  Provinsi Sulawesi Utara, Ir Hanny Wajong MSi, selaku narasumber menambahakan, Pedagang Kaki Lima (PKL) adalah mereka yang melakukan kegiatan usaha dagang perorangan atau kelompok yang dalam menjalankan usahanya menggunakan tempat-tempat fasilitas umum, seperti trotoar, pinggiran jalan umum, dan lain sebagainya.

“Pedagang yang menjalankan kegiatan usahanya dalam jangka tertentu, dengan menggunakan sarana atau perlangkapan yang mudah dipindahkan, dibongkar pasang dan mempergunakan lahan fasilitas umum sebagai tempat usaha,” jelas Wajong.

Hadir dalam kegiatan ini jajaran staf pemerintah Kota Tomohon Dinas Perindustrian dan Perdagangan, dan peserta sosialiasi dari pelaku usaha di Kota Tomohon.(Maxi Rompas)

(Visited 498 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *