Freeport Indonesia Hentikan Operasi di Papua Barat

Foto Cover : Foto udara pertambangan emas Grassberg di provinsi Papua yang dioperasikan oleh Freeport-McMoran Cooper & Gold Inc. (Foto: dok). Reuters


Sulutpos.com, Jakarta – Perusahaan pertambangan Amerika Freeport-McMoRan telah menghentikan operasi pertambangan emas yang terbesar di dunia di provinsi Papua Barat. Perusahaan itu tidak mencapai persetujuan dengan pemerintah Indonesia mengenai peraturan pertambagan proteksionis.

Dan sekarang Freeport telah mulai memberhentikan puluhan ribu karyawan. Ekonomi daerah itu bakal menderita pukulan berat. Di kabupaten Mimika, provinsi Papua Barat di mana terletak pertambangan emas Grasberg, 91 persen Produk Domestik Bruto dihasilkan oleh Freeport.

Freeport Indonesia dengan mendadak menghentikan produksi tanggal 10 Februari dan merumahkan 10 persen pekerja asingnya. Freeport mempekerjakan 32 ribu orang di Indonesia, sekitar 12 ribu dari mereka pegawai tetap atau waktu penuh. Penghentian tersebut adalah reaksi atas pengubahan kontrak 30 tahun Freeport dengan pemerintah Indonesia yang ditandatangani tahun 1991.

Indonesia telah berusaha mengenakan pajak tambahan dari Freeport dalam usaha untuk meningkatkan pemasukan dalam negeri dari sumber daya alamnya. Freeport membalas pekan lalu dengan mengancam akan menempuh arbitrase dan menggugat pemerintah atas kerugian akibat perubahan kontrak.

Para pengamat di lapangan di Papua dan dari jauh di Jakarta khawatir perubahan kontrak tersebut akan menguras ekonomi setempat dan menimbulkan kekerasan di daerah yang tidak stabil itu. Papua Barat telah lama sebagai daerah yang rusuh di Indonesia dan gerakan kemerdekaannya telah lama dihadapi dengan tindakan militer yang brutal. [gp]

VOA News

(Visited 402 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *