Ini Penyebab Banjir di Roong dan Rinegetan Serta Langkah Pemkab Minahasa

( Foto cover : Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Minahasa Ir Jhon Kussoy )

Sulutpos.com, Tondano – Terjadinya Peluapan Air yang berakibat Banjir di beberapa keluarahan dikabupaten Minahasa pada dasarnya terjadi karena sudah tidak memadai saluran air atau Drainase yang ada

Seperti Banjir yang terjadi pada beberapa hari lalu di kelurahan Roong, Rinegetan, dan tempat lain yang berakibatkan air naik sampai satu meter, ternyata setelah di tinjau Drainasenya sudah tidak pada semestinya, bahkan ada saluran air yang atasnya telah dibagun dapur oleh warga, serta ukuranya tidak sesuai lagi.

” Setelah kami tinjau banyak saluran air yang tidak semestinya lagi, ada yang ukuranya sudah kecil, semestinya 3 meter kini tinggal 1 meter, bahkan ada Warga yang dengan sengaja membangun dapur mereka di atas saluran air,” ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Minahasa Ir Jhon Kussoy.

Kepada Wartawanpun saat di sambangi diruang kerja pada jumat (17/02) Kusoy mengatakan pihaknya bersama pemerintah kabupaten bakal mengembalikan fungsi saluran air ke keadaan semula dan itu akan di lakukan pada pekan depan,” Bupati telah menghimbau agar fungsi Saluran air dapat di kembalikan ke fungsi semestinya, itu berarti kita akan membongkar akan bangunan yang didirikan warga di atas saluran air, dan jika di dapatipun ada saluran yang segaja dikecilkan maka kita akan kembalikan  keukuran semestinya, dan dalam pengerjaan tersebut saluran akan kami bersuikan atau dikeru,” terang Kussoy.

Sementara menanggapi adanya Drainase yang tidak di buat dibeberapa Desa yang bertepatan berada di depan jalan utama khusoy berharap agar dapat di perhatikan Para Hukum Tua dengan mengalokasikan di Dana Desa yang ada.

” Kan Jumlah anggaran yang di kucurkan pemerintah Pusat berupa DD sangat banyak bahkan mencapai Satu Miliar rupiah, Jadi kepada Hukum Tua bangun drainase yang ada di depan jalan, jangan hanya mau menunggu proyek dari Dinas Pekerjaan Umum, apalagi jika memang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat, kalau mungkin untuk pembuatan jalan penghubung antar kecamatan itu rananya Kabupaten, namun jika berada di desa itu tanggung jawab Desa, buat apa Dana besar namun tidak di gunakan dengan benar,” Tegas Kussoy.

” Dengan adanya Dana Desa yang ada, Pemerintan berharap dapat di pergunakan dengan sebaik – baiknya, mulai dari setiap pembangunan, jangan dibuat asal jadi, serta dari tenaga kerja kiranya bisa mengunakan tenaga kerja warga setempat, dan di maksimalkan jangan mengunakan alat berat jika masih bisa dikerjakan dengan tenaga manusia, itu dengan tujuan agar bisa membuka peluang kerja bagi warga, yang paling utama buat yang lebih utama dan memadai,” terangnya.( Ody)

(Visited 327 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *