Manusia dan Antariksa; Dorongan Mencari Tempat Baru

Foto Cover : Asteroid 2012 DA14 yang melewati sistem Bumi-bulan pada bulan Februari 2013. (NASA)

Manusia adalah satu-satunya makhluk yang gemar bepergian karena ingin mengetahui hal-hal baru, dan bukan karena harus mencari makan.


Sulutpos.com, Washington – Menurut Professor Chris Impey dari Universitas Arizona, homo sapiens atau manusia modern yang berasal dari Afrika mulai meninggalkan benua itu kira-kira 100.000 tahun lalu dan menyebar ke seluruh dunia. 100.000 tahun adalah waktu yang singkat dibanding dua juta tahun sejak homo erectus, nenek moyang manusia yang berjalan dengan dua kaki, meninggalkan tempat kelahirannya di Afrika.

Professor Impey mengatakan, manusia homo sapiens hanya membutuhkan waktu beberapa ribu tahun untuk pindah dari benua Asia ke benua Amerika lewat selat Bering di Alaska yang dulu masih merupakan daratan.

“Manusia berkelana dari tempat asal mereka karena adanya keinginan untuk mengunjungi dan melihat tempat-tempat baru. Kini bahkan ada gen yang ditemukan dalam tubuh manusia yang disebut sebagai gen explorer yang mendorong manusia untuk terus mencari hal-hal yang baru,” jelasnya.

Karena manusia praktis telah bisa mengunjungi semua tempat di bumi, maka ada dorongan untuk mencari tempat-tempat baru di luar bumi. Pakar astronomi dan pengarang buku berjudul “Beyond, Our Future in Space” atau Masa Depan Manusia di Alam Raya itu juga mengatakan manusia bisa mulai memanfaatkan asteroid yang kaya dengan bahan-bahan logam murni, yang mahal harganya di bumi.

“Asteroid yang bergaris tengah 500 meter saja, yang bisa kita tangkap dengan mengalihkan orbitnya, kemungkinan punya logam-logam mulia yang bernilai dua trilyun dollar, dan juga bahan-bahan logam dan kimia lainnya yang disebut rare earths yang banyak digunakan dalam berbagai peralatan teknologi canggih masa kini, tapi mahal dan sulit cara penambangannya,” paparnya.

Professor Impey menambahkan kita harus mencari cara bagaimana menangkap asteroid itu dan membawanya ke orbit bumi dan disana kita bisa mengambil bahan-bahan logam murni dan langka itu untuk dimanfaatkan.

“Ada pakar-pakar yang berpendapat, manusia mungkin akan bisa memanfaatkan asteroid itu sebagai sumber bahan-bahan tambang yang sangat berharga dan langka dalam waktu lima sampai 15 tahun ke depan,” ungkapnya.

Ketika ditanya tentang manfaat stasiun antariksa internasional yang ada sekarang, Professor Impey mengatakan ia tidak terlalu antusias.

“Faktanya, para saintis dan perusahaan-perusahaan besar tidak berlomba untuk memanfaatkannya untuk riset pembuatan obat dalam lingkungan tanpa bobot, kecuali mendapat subsidi besar-besaran dari pemerintah. Stasiun itu sampai kini telah menghabiskan dana 120 milyar dollar,” jelasnya.

Menurut Professor Impey lagi, bulan adalah tempat yang lebih baik kalau manusia ingin belajar bagaimana melanjutkan perjalanannya ke antariksa yang lebih jauh, karena di bulan manusia bisa belajar bagaimana hidup secara mandiri dalam suatu koloni tertutup yang bisa memenuhi semua kebutuhannya dari bahan-bahan yang terdapat di sana.

Satu ton tanah di bulan, katanya, bisa menghasilkan satu liter air dengan proses tertentu, dan air itu bisa dijadikan bahan bakar roket, untuk membuat oksigen dan juga untuk bercocok tanam. Perjalanan ke planet-planet atau sistem matahari lain bisa dimulai dari bulan, tambahnya, karena kendaraan roket tidak perlu dibuat terlalu besar dan kuat untuk melepaskan diri dari gaya tarik bumi. [ii]

(Visited 175 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *