Bom Kampung Melayu Terkait ISIS

Foto Cover: Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto saat jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta, 25 Mei, 2017. (Fathiyah Wardah/VOA)


Sulutpos.com, Jakarta – Bom bunuh diri yang terjadi di terminal Kampung Melayu semalam terkait dengan ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah). Hal tersebut disampaikan Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri, Komisaris Besar Awi Setiyono, di Jakarta.

“Iya ada hubungannya dengan ISIS,” kata Komisaris Besar Awi Setiyono, Kepala Bagian Penerangan Umum Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia, saat ditemui wartawan usai jumpa pers di kantornya, Kamis (25/5).

Namun Awi belum bisa memastikan dari kelompok mana pelaku berasal.

Ledakan bom bunuh diri di Kampung Melayu berlangsung dua hari setelah bom bunuh diri di Stadion Manchester Arena di Kota Manchester, Inggris. Insiden yang terjadi sehabis konser penyanyi Ariana Grande itu menewaskan 22 orang dan melukai lebih dari 50 lainnya. ISIS telah mengklaim bertanggung jawab atas kejadian itu.

Dalam jumpa pers, Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto, menyatakan akan menjelaskan lebih lanjut mengenai keterkaitan ini. “Nanti akan ada penjelasan lebih lanjut,” ujarnya. Setyo belum bisa memastikan motif dari pelaku.

“Terorisme itu adalah ancaman nyata berada di hadapan kita dan bersifat global,” ujar Setyo. “Kejadian-kejadian di belahan dunia lain bisa menginspirasi sel-sel selama ini sedang tiarap untuk melakukan serangan.”

Dia juga belum mendapat informasi apakah ditemukan catatan bertulisan Lake Toba dan HKBP di lokasi kejadian.

Dia menambahkan di tempat perkara ditemukan barang bukti berupa beberapa potongan tubuh, lempengan aluminium, serpihan kain, serpihan ransel, pakaian korban, material-material diduga bahan bom, kabel, casing telepon, KTP, salinan KTP, struk pembelian panci di sebuah minimarket di Padalarang Senin lalu.

Menurut Setyo, dari barang bukti ditemukan ada kesamaan antara Bom Kampung Melayu dengan ledakan bom di Bandung beberapa waktu lalu. Dia mengatakan polisi akan terus mendalami pembelian panci dilakukan pada Senin lalu jam 9 pagi di sebuah pasar swalayan di Padalarang, Jawa Barat. [fw/as]

VOA News

(Visited 147 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *