JWS : Saya Dibarisan Depan Tolak FPI dan HTI Masuk Minahasa

( Foto cover : Bupati Minahasa Drs Jante W Sajow saat memberikan penyampaian kepada masyarakat dalam PelantikanKumtua dan Panji HTI juga FPI) 

Sulutpos.com, Tondano – Front Pembela Islam ( FPI) juga Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dilarang masuk tanah Minahasa

Dilarangnya Organisasi radikal yang dianggap menjadi pemicu keresahan di Indonesia ini karena terdapat sejumlah ajaran serta pernyataan bahkan seruan untuk melakukan aksi sarah dan menebarkan kebencian antar umat beragama yang bertentangan dengan Idiologi Pancasila serta berupaya memeca belakan Negara Kesatuan Republik Indonesia ( NKRI)

” Kita Sepakat Untuk menolak dengan keras sejumlah organisasi radikal di antaranya HTI serta FPI masuk di tanah Minahasa, ” Ujar Bupati Minahasa Drs Jantje Wowiling Sajow MSi kepada masyarakat Minahasa saat melantik hukum tua terpilih di pilhut tahap dua dan itupun kembali dikumandangkanya pada jumat (19/05)

Menurutnya organisasi ini tidak pantas ada di Indonesia terlebih lagi di tanah Toar Lumimuut, ” NKRI harga mati. Tidak ada organisasi yang bakal memecah belakannya, kita cinta damai terlebih masyarakat Minahasa serta warga Sulawesi Utara pada pada Umumnya, kita selalu menjaga kerukunan serta nilai toleransi antar umat sangatlah kental didaerah kita, oleh karena itu saya Bupati Minahasa akan ada di barisan paling depan guna menolak FPI dan HTI masuk di Minahasa dan Sulawesi Utara, ” Terangnya.

Kepada Masyarakat JWS meminta agar jangan terprovokasi dengan isu sarah yang tengah melanda indonesia serta bersama menjaga keutuhan dan kedamaian yang telah terpelihara, ” Saya minta kita jangan terprovokasi dengan hal hal yang berbau sara yang bakal mengoyakan keutuhan yang ada di Minahasa, dan saya harap kita bersama menjaga serta memelihara kedamaian juga ketentraman di Minahasa, dan mari kita tunjukan kepada dunia bahwa Minahasa adalah tempat yang aman serta memelihara kerukunan antar Umat beragama, ” Tandasnya.

(Visited 111 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *