Niat Bermain, Balita Desa Raringis Tewas Tertembak Senjata Angin Oleh Sepupunya

( Foto cover : Ridel Waraney Kalvin Rorong Korban tembakan senjata angin oleh sepupunya) 

Sulutpos.com, Tondano – Jadi Perhatian bagi orang tua agar bisa mengawasi anak – anak, apalagi didalam rumah itu terdapat benda berbahaya dan tidak bole di mainkan oleh anak, seperti yang terjadi di Desa Raringis Kecamatan Langowan Barat pagi tadi Kamis ( 25/05) sekitar pukul 07.00 wita.

Decky bersama Sandra istrinya dalam keluarga Rorong – Sanger harus menerima kenyataan saat anaknya Ridel Waraney Kalvin Rorong (1.6) yang masih balita ini harus pergi meninggalkan mereka untuk selamaya dikarenakan terkena tembakan peluruh senapan angin oleh sepupunya Andre Kaat (6) yang masih duduk di bangku sekolah dasar ( SD)

Menurut penuturan Ibu korban, Sandra Rorong-Sanger (21), diketahui anak bungsu terkena tembak saat dirinya mendengar suara tembakan senjata angin di rumah tetangga. Awalnya ia tidak menghiraukan bunyi tersebut. Tapi ketika terdengar tangisan anak, ia kemudian berlari menuju rumah saudara Stenly Koyongian yang merupakan tempat kejadian perkara ( TKP)

Sesampai di rumah itu ibu korban terkejut karena ternyata Ridel anaknya yang terkena tembakan. Melihah korban yang terus menangis Sandrapun. membuka baju anaknya yang ternyata sudah berdarah di bagian dada sebelah kiri dan kondisi korbanpun dalam keadaan yang menggelisahkan. Korban langsung dilarikan ke ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Noongan oleh kedua orang tuanya.

” Di tengah jalan, Riedel anak kami terlihat sudah tidak bernafas. Ketika sesampai di rumah sakit, tetap dilakukan pertolongan dengan napas buatan, namun tindakan perawatan itu tidak bisa menolong nyawa anak kami, ” ujarnya Sandra

Dengan kejadian ini, ia mengaku pasrah karena pelakunya adalah anak-anak. sementara Kapolsek Langowan Barat Iptu Stenly Korua sempat meminta kepihak keluarga untuk diadakan otopsi namun keluarga menolaknya.

Adapun menurut Ayah korban, kejadian itu berawal dari pulangnya mereka yakni Stenly, Decky (ayah korban) dan Rinto Kaat (ayah pelaku) dalam berburu tikus di hutan. senjata yang mereka gunakan diamankan namun Senjata milik Stenly yang masih berisikan peluruh hanya digantung di dapur rumahnya.

” Senjata milik Rinto Kaat pada saat itu sudah dikosongkan. Sementara senjata Stenly, masih ada peluru dan sudah siap ditembakkan, tapi tidak sempat digunakan. Senjata itulah yang digantung di dapur. Karena bertetangga, pelaku Andre datang bermain-main bersama dengan korban, Riedel, di rumah (TKP) milik Stenly. Melihat ada senjata yang digantung di dapur, Andre pun berniat menggunakannya. Senjata yang digantung itu dikokang, sementara korban Riedel berada di samping senjata tersebut dan Pada saat itu, senjata tersebut meletus dan mengena pada bagian dada Riedel,” jelas Decky Rorong.

Suara senjata itu, sempat menghebohkan keluarga mereka dan tetangga, yang kemudian mereka berusaha mencari tahu, karena ada suara tangisan anak. “Ternyata Riedel sudah terkena peluru senjata angin, yang dilakukan Andre,” tutur Decky Rorong, seraya menambahkan selaku orang tua mereka pasrah, karena pelaku masih anak-anak dan keluarga mereka sendiri.

Kapolsek Stenly Korua, yang segera datang ke rumah duka dan TKP, langsung meminta informasi kejadian tersebut. Dan senjata yang telah digunakan dalam peristiwa itu pun segera diamankan kapolsek. “barang bukti berupa senjata angin ini kami sudah amankan, ” tegasnya. (Ody)

(Visited 477 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *