23 Juli Pengucapan Syukur di Minahasa

Foto: Benteng Moraya Tondano, Kabupaten Minahasa. Benteng yang menjadi saksi kisah kepahlawanan Rakyat Minahasa dalam ‘Perang Tondano tahun 1808 – 1809.


Sulutpos.com, Tondano – Tanggal 23 juli mendatang menjadi hari perayaan pengucapan syukur serentak untuk masyarakat yang ada di Kabupaten Minahasa.

Nasi Bambu yang dalam bahasa daerah di sebut 'Nasi Jaha', adalah salah satu menu tradisional yang tetap menjadi Makanan Favorit dalam Pengucapan Syukur di Minahasa.
Nasi Bambu yang dalam bahasa daerah di sebut ‘Nasi Jaha’, adalah salah satu menu tradisional yang tetap menjadi Makanan Favorit dalam Pengucapan Syukur di Minahasa.

Penetapan hari pengucapan syukur ini ditetapkan Pemerintah Kabupaten yang dibahas bersama oleh para Pemuka Agama dan pemkab Minahasa dengan dihadiri Bupati Minahasa Drs Jantje Wowiling Sajow MSi, bertempat diruang sidang Setdakab, pada Selasa (13/06) siang tadi. Dan penetapanya dilakukan dalam rapat para Pendeta yang tergabung dalam Forum Kerjasama Antar Umat Beragama (FKUB).

Usai menetapkan tanggal pelaksanaan, Bupati JWS kemudian menyampaikan beberapa hal penting diantaranya terkait pelaksanaan Pengucapan Syukur di hari H nya nanti.

“Pengucapan syukur merupakan pesta iman, pesta iman ini harus tanpa miras, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti kecelakaan dan kriminalitas. Adanya miras artinya kita tidak menghargai Tuhan karena Pengucapan Syukur murni bersyukur kepada Tuhan,” kata JWS.

JWS kemudian berterima kasih kepada hamba-hamba Tuhan yang turut menyukseskan event-event besar yang dilaksanakan di Minahasa dan mohon dukungan dan doa untuk event besar lainnya pada 8 Juli 2017, yakni pisah-sambut Uskup Manado yang akan dilaksanakan di Stadion Maesa Tondano.

“Semoga Minahasa semakin diberkati dengan adanya event-event besar di Minahasa, termasuk Pengucapan Syukur 23 Juli nanti,” pungkasnya.

Rencananya, Pemerintah Kabupaten Minahasa juga melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Minahasa bakal mengundang turis untuk datang di Minahasa pada hari Pengucapan Syukur nanti.

Ketua FKUB Minahasa Pdt Evert Tangel STh MPdk berharap juga ada peran para Pendeta atau Hamba Tuhan di Minahasa agar bisa mensosialisasikandi gereja-gereja bahwa jangan ada jemaat yang merayakan pengucapan syukur sendiri melainkan secara bersama.

“Pengucapan syukur diharapkan diadakan serentak untuk kebersamaan kita di tanah Minahasa. Mari kita tetap jaga kebersamaan gereja-gereja yang sudah ada di Minahasa,” ujarnya.

Sementara, rapat ini juga dihadiri Kepala Bagian Kesra Drs Ajahlet Z Warouw, Ketua-ketua wilayah dan Pendeta-pendeta dari denominasi gereja-gereja di Minahasa. ( Ody)

(Visited 1.532 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *