Belum Berikan Klarifikasi, Warga Lahendong: Jangan-jangan ada Permainan antara PT Pertamina dengan Pemerintah

Foto: PT Pertamina Geothermal Energy Area Lahendong, Kota Tomohon.


SulutPos.com, Tomohon – Selang satu minggu, setelah pemberitaan media ini tentang keluhan masyarakat Kelurahan Lahendong, PT Pertamina Geothermal Energy (PT PGE) belum dapat  memberikan klarifikasi tentang bantuan-bantuannya yang diberikan kepada Pemerintah kelurahan Lahendong.

Padahal, menurut Warga, PT Pertaminalah yang paling bertanggung-jawab atas permasalahan ini. Dijelaskan masyarakat Lahendong, Limbah PT PGE pada tahun 2013 yang telah merusak lahan pertanian mereka, dan hingga saat ini masih sulit untuk ditanami. Memang, PT PGE pernah memberikan bantuan atau kompensasi, hanya saja masyarakat Lahendong, terlebih khusus masyarakat petani tidak pernah menerimanya.

(Baca: Keluhkan Kinerja Oknum Lurah, Perwakilan Warga Lahendong buat Petisi Pergantian Lurah)

 (Baca: Bantah Keluhan Warganya, Lurah Lahendong Dinilai ‘Berbohong’)

Kepada SulutPos.com, Dirk Mende, tokoh masyarakat Lahendong, mengatakan bahwa bantahan Lurah Lahendong terhadap keluhan masyarakat Lahendong terkait bantuan PT PGE, harusnya PT PGE dapat menjelaskan atau memberikan klarifikasinya agar masyarakat dapat mengetahui dengan jelas apa dan bagaimana bantuan-bantuan tersebut.

“Seolah-olah tidak menaggapi keluhan petani, mungkin saja ada permainan antara PT PGE dengan oknum-oknum Pemerintah. Kami berharap ada perhatian untuk masalah ini,” ujar Dirk Mende.

Ia juga menambahkan, bahwa selain kerusakan lahan Pertanian akibat limbah PT PGE, pembangunan Jembatan di Danau Linouw juga memperburuk keadaan akibat naiknya debet air danau, sehingga para petani menjadi lebih sulit lagi untuk mengolah lahan persawahan mereka, “Proyek jembatan itu dikerjakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Pemkot Tomohon,” katanya.

Kecurigaan masyarakat Lahendong terhadap sikap PT PGE yang belum memberikan klarifikasi atas bantuan-bantuan yang diberikan, ditanggapi juga oleh Marthen Wondal, salah satu pemilik lahan persawahan yang terkena Limbah.

Wondal menceritakan sedikit kisah mengenai bantuan dari PT PGE. Dikatakannya, pernah Salah satu oknum pegawai PT PGE sengaja mengambil pupuk sebanyak satu truk, satu truk pupuk lagi diambil oleh Lurah Lahendong, “Jelas-jelas bantuan pupuk itu untuk para petani sawah yang terkena Limbah PT PGE pada tahun 2013, tapi kami sendiri tidak pernah menerimanya, belum lagi bantuan lainya, seperti 7 ekor sapi, semua itu diterima langsung oleh Lurah Lahendong,” kata Wondal.

Lain halnya dengan Laurens ‘Fenn’ Mende SH, lebih kritis lagi dengan mengatakan bahwa sejak kehadiran PT PGE di Kelurahan Lahendong, belum ada kontribusi yang jelas kepada masyarakat Kelurahan Lahendong.

“Kalau ada (bantuan), itu tidak pernah diterima oleh masyarakat, khususnya para petani” jelas Mende.

Seharusnya, lanjut Mende,  mereka (PT PGE) ada keterbukaan, begitu juga dengan Pemerintah Kelurahan Lahendong, harusnya dapat mensosialisasikan bantuan-bantuan itu kepada Masyarakat, “Jelas saja Lurah itu pembohong. Begitu juga dengan PT PGE, jangan menutup-nutupinya,” tutup Mende.

Untuk diketahui, Wartawan media ini sudah empat kali berusaha mengklarifikasi hal ini ke PT PGE, namun sampai dengan tadi siang, (12/7/2017), Security PT PGE mengatakan bahwa Bagian Humas sedang rapat. (Baca: Terkait Polemik Masyarakat Lahendong, PT Pertamina Belum Keluarkan Pernyataan Resmi )

“Ruangan Bagian Humas lagi Kosong, kemungkinan bersama dengan Tamu dari PT PGE Pusat, PT Sucofindo dan POLDA Sulut, lagi Audit di ruangan besar,” kata Berry Mangundap, Security PT PGE Lahendong, Tomohon. (Maxi Rompas)

(Visited 2.211 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *