Kapal Pembersih Eceng Gondok Asal Jepang Bakal Bersihkan Danau Tondano

( Foto cover : Jajaran Pemkab Minahasa bersama Tim IDEA (Infrastructure, Disaster, Environment, Amenity) Consultant Inc Jepang dan Manufakture NODAK asal Jepang)

SulutPos.com, Tondano – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dalam tahun 2018 mendatang bakal membantu kabupaten Minahasa dalam Menanggulangi Permasalahan eceng gondok yang ada di Danau Tondano.

Bantuan berupa satu unit Kapal pembersih eceng gondok ini akan dibuat di negara Sakura Jepang dengan anggaran 8.4 Miliar Rupiah.

” Kapal pengangkut ini dibandrol dengan harga sekitar 8,4 M yang akan di pesan dan di buat di jepang sekitar 6 bulan dengan jangka waktu 1 bulan pengiriman tetapi menunggu anggaran perubahan pemprov sulut, ” ujar Bupati Minahasa Drs Jantje Wowiling Sajow yang didampingi Asisten II Setdakab Minahasa Wilfort Siangian saat menerima kunjungan kunjungan dari IDEA (Infrasteucture, Disaster, Environment, Amenity) Consultant Inc Jepang dan Manufakture NODAK asal Jepang, didampingi Dosen Fakultas Perikanan Unsrat Manado Dr Andreas Roeroe, di ruang kerjanya, Senin (24/07) pagi

” Pengadaan Kapal ini merupakan salah satu upaya Gubernur Sulut Olly Dondoka mbey, SE untuk juga membantu Kabupaten Minahasa. Begitu Kapal Pengangkut ini tiba di Minahasa, akan diadakan training untuk operator dan maintenancenya. Selama 1 minggu pihak NODAK akan tetap mendampingi untuk training dan setelah 1 bulan Kapal pengangkut beroperasi pihak NODAKpun akan melakukan kontrol kembali,” Lanjutnya.

Kedatangan IDEA Consultant Inc Jepang merupakan tindak lanjut dari Memorandum of Understanding (MoU), yang pernah ditandatangani antara CEO IDEA Consultant Inc Jepang DR Hideo Tabata, dengan Bupati Minahasa Drs Jantje Wowiling Sajow MSi tahun lalu di Jepang. Dimana, MoU ini sendiri bersifat jangka panjang dan berkesinambungan untuk atasi permasalahan di Danau Tondano.

” Tujuan IDEA Consultant Inc kali ini yakni bermaksud untuk mengetahui kondisi terakhir Danau Tondano, sebelum nantinya akan membuat proposal mengenai isu pendangkalan danau, kualitas air danau dengan banyaknya pupuk yang digunakan dan penyempitan luas danau. Proposal ini kemudian akan diajukan di beberapa tempat seperti Kementrian Lingkungan Hidup Jepang, Kementrian Pariwisata Jepang, Protokol Kyoto yang menganani Emisi CO2 yang mendukung negara-negara yang berupaya mengurangi emisi Co2, dan kemudian melihat apa bantuan yang kira-kira akan dilakukan pemerintah Jepang,” ujar Manager Grup Untuk Deprtemen dari Proyek-proyek di Luar Negeri IDEA Consultant Inc Hiroshi Yako PhD.

Turut mendampingi Bupati JWS dalam menerima kunjungnan ini Kepala bagian Humas dan Protokol Setdakab Minahasa Moudy Pangerapan SE, MAP, Kepala bagian Infrastruktur Mekry Sondey SE, Perwakilan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Minahasa. ( Ody)

(Visited 270 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *