Persoalan UKIT, Dualisme Pimpinan: antara Polemik dan Solusi

Foto: Demo mahasiswa UKIT di kontor Sinode GMIM, Senin (17/7/2017).


SulutPos.com, Tomohon – Kantor Sinode GMIM kembali didemo oleh Mahasiswa Universitas Kristen Tomohon (UKIT), Senin (17/7/2017). Massa mahasiswa UKIT mulai mendatangi Kantor Sinode sekitar pukul 11.00.

Suasana demo mahasiswa UKIT didepan Kantor Sinode GMIM, 17 Juli 2017
Suasana demo mahasiswa UKIT di depan Kantor Sinode GMIM, Tomohon,  17 Juli 2017.

Polemik

Akar permasalahan yang terjadi adalah perbedaan pandangan dari kedua kubuh soal status ‘siapa rektor’ UKIT yang sebenarnya. Massa pendemo masih menganggap dan menginginkan Yopie Alex Tomi Pangemanan SPd MM, sementara di pihak lain, Yayasan AZR Wenas dan Sinode GMIM telah mengangkat DR Ir Sandra Korua MSi sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Rektor.

Reynald Repi (tengah), bersama para mahasiwa UKIT.
Reynald Repi (tengah), bersama para mahasiwa UKIT.

Mahasiswa menilai, pihak yayasan telah melakukan pelanggaran hukum dengan melakukan pergantian Rektor secara sepihak tanpa melalui sistem dan aturan perundangan yang berlaku.

Reynald Repi, salah satu koordinator mahasiswa pendemo, kepada SulutPos.com mengatakan yayasan telah mengambil tindakan-tindakan yang menyalahi aturan, “Pemberhentian rektor, hanyalah sesuatu yang mencari-cari alasan, mulai dari soal Ijazah sampai 4 kali diberhentikan, termasuk pemberhentian beberapa dekan UKIT,” kata Repi.

Sementara itu, ketua yayasan AZR Wenas, Pdt DR Han A. Sumakul MTh , mengatakan bahwa pemberhentian Yopie Alex Tomi Pangemanan SPd MM sebagai Rektor adalah suatu keputusan yang sudah pasti, “Rektor yang sah adalah DR Ir Sandra Korua MSi,” sergah Sumakul.

ketua yayasan AZR Wenas, Pdt DR Han A. Sumakul MTh
ketua yayasan AZR Wenas, Pdt DR Han A. Sumakul MTh (kemeja cokelat), saat menerima beberapa perwakilan Mahasiswa UKIT dan Tokoh warga GMIM di lantai II Kantor Sinode, (17/7/2017).

Solusi

Namun demikian, Sumakul juga mengatakan bahwa apa yang sementara para mahasiswa perjuangkan (demo) akan tetap ditindak-lanjuti. Menurut Sumakul, akan ada pertemuan dengan Badan Pekerja Sinode, Kalau dulu dua kubuh, sekarang akan diselesaikan jadi satu kubuh,” ujar Sumakul.

Dibagian lain, Billy Wowor, salah satu tokoh yang mewakili warga GMIM, berharap permasalahan ini dapat diselesaikan dengan musyawarah. Wowor menjelaskan, substansinya, warga GMIM tidak mempersoalkan siapa pun rektor UKIT. Warga GMIM tidak memiliki kepentingan apapun, hanya saja yang menjadi perhatian adalah isu krusial  jika terus terjadi dualisme kepemimpinan dalam tubuh UKIT, konsekwensinya adalah ancaman penutupan UKIT itu sendiri.

Billy Wowor
Billy Wowor

“UKIT, juga adalah milik dari jemaat GMIM, nah…kalau sampai UKIT ditutup yang dirugikan bukan para petinggi Sinode atau petinggi Yayasan, tetapi kami sebagai warga jemaat yang akan dirugikan,” tutup Wowor.

(Visited 1.272 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *