Gandeng Global Fund, Komisi Penanggulangan HIV/AIDS dan Kemenkes, LKKNU Lakukan Penyuluhan ‘Bahaya Penggunaan Jarum Suntik Narkoba’

Foto: Ilutrasi.


SulutPos.com, Tomohon – Bertempat di RS Bethesda Tomohon, Kamis (3/8/2017), Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lembaga Kemaslahatan keluarga Nahdatul Ulama (LKKNU) wilayah Kota Tomohon, mengadakan kegiatan rutin penyuluhan dan sosiliasi tentang bahaya penggunaan jarum suntik narkoba.

Kegiatan ini, melalui Program Pengendalian/penanggulan HIV/AIDS yang diprakarsai oleh LSM LKKNU sasarannya adalah bagi pengguna narkoba suntik, demikian dikatakan oleh Billy Wowor selaku Koordinator Lapangan Wilayah Kota Tomohon dan Kabupaten Minahasa.

Menurut Wowor, Dukungan dana Global Fund (The Global Fund to Fight AIDS) di Indonesia untuk program ini sudah sekitar 15 tahun. Bantuan Global Fund masuk ke Kemenkes, Komisi Penanggulangan HIV/AIDS dan LKKNU, memang dikhususkan bagi Negara-negara berkembang. Bersama-sama dengan Kementerian Kesehatan (kemenekes) dan Komisi Penanggulan HIV/AIDS yang ada di Kabupaten/Kota maupun Provinsi, rutin melakukan kegiatan penyuluhan dan sosialisasi.

“Untuk Provinsi Sulawesi Utara baru tiga Kota yang mendapatkan Bantuan yakni, kota Manado, Bitung dan Tomohon. Tapi, untuk pertemuan rutin ‘People Who Inject Drugs’ (PWID), hanya ada di Kota Manado dan Tomohon. Minahasa, karena dekat dengan kota Tomohon, jadi dapat dijangkau untuk masuk dalam komunitas ini,” jelas Wowor.

Ditambahkannnya, populasi pengguna narkoba jarum suntik yang sudah terdata di wilayahnya sekitar 70-an pengguna. LKKNU, selain melakukan pemeriksaan Tes HIV/AIDS dan Layanan Kesehatan, juga pemeriksaan Infeksi Menular Seksual (IMS) sebagai pintu masuk HIV/AIDS.

Sebagai mitra pemerintah, lanjut Wowor, dirinya berharap pemerintah serius memperhatikan kondisi/situasi khususnya Kota Tomohon dan Minahasa.

“Subtansinya kegiatan ini adalah untuk merubah perilaku, artinya jangan lagi menggunakan Narkoba. Informasi diberikan kepada mereka (pengguna). Kita bukan membasmi orangnya, tapi ‘Virusnya’. Jadi, tujuan kegiatan ini adalah memutus mata rantai penularan HIV/AIDS,” papar Wowor.

Untuk Provinsi Sulawesi Utara, lanjut Wowor, Jumlah ODHA (Orang Dengan HIV AIDS) sekitar 4.235, dengan perincian; kasus HIV 3.048 orang, AIDS 1187 orang. Sedangkan yang tercatat secara resmi 204 orang meninggal dunia.

“Diharapkan, ada kerja sama dan dukungan dari semua pihak, agar tujuan program ini dapat terlaksana dengan baik. Informasi juga memilki peran sebagai ‘Vaksin’ bagi orang yang sudah terinfeksi, jika masyarakat sudah memahami bahaya penularan dan pencegahan HIV/AIDS, itulah obatnya,” tutup Wowor. (Maxi Rompas)

(Visited 575 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *